Perancangan Desain Prototipe Rumah Susun Komunitas di IKN dengan Arsitektur Regeneratif
Abstract
Penetapan Kalimantan sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa tantangan dalam
mengharmonisasikan pembangunan dengan pelestarian lingkungan. Kalimantan, yang dike-
nal sebagai paru-paru dunia karena hutan tropisnya, menghadapi kritik terkait pembangunan
yang berpotensi merusak ekosistem alam. Sementara itu, pemerintah Indonesia mendesak
percepatan pembangunan IKN agar segera dapat difungsikan. Dalam hal ini, konsep arsitektur
regeneratif menjadi solusi untuk menangani kedua kebutuhan tersebut. Dengan memanfaat-
kan teknologi terbaru seperti konstruksi cetak 3D dan metode prefabrikasi, percepatan pem-
bangunan dapat dicapai tanpa mengabaikan upaya regenerasi alam. Perlahan namun pasti,
pertumbuhan alami hutan dipadukan dengan inovasi teknologi yang mempercepat pemban-
gunan, sehingga menciptakan sinergi antara manusia dan lingkungan.
Selain itu, konsep radical indigenism diperkenalkan, yang menekankan kebebasan menggu-
nakan alam dengan meminimalkan ketergantungan pada teknologi tinggi. Di sini, alam dibiar-
kan tumbuh secara alami, dengan manusia hanya berperan dalam mengaturnya secara bijak-
sana, bukan menghancurkannya. Dalam konteks community housing, pendekatan ini dapat
menghasilkan lingkungan hunian yang mendukung keseimbangan ekologis dan sosial, di
mana pembangunan manusia sejalan dengan upaya regenerasi lingkungan.
Melalui penerapan arsitektur regeneratif dan radical indigenism, diharapkan dapat mencipta-
kan hubungan mutualisme yang berkelanjutan antara manusia dan alam, memenuhi kebutu-
han kedua belah pihak secara seimbang dan harmonis.
Collections
- Architecture [3967]
