Show simple item record

dc.contributor.authorIrawan, Nadhilah Adlina
dc.date.accessioned2024-09-17T08:11:25Z
dc.date.available2024-09-17T08:11:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51892
dc.description.abstractKekerasan yang dihadapi oleh PMI perempuan di Arab Saudi sudah memberikan banyak bukti kurangnya perlindungan diplomasi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Pada tahun 2019-2021 dimana tahun tersebut merupakan tahun peralihan dari adanya virus covid-19 dan juga adanya penurunan tindak kekerasan PMI Perempuan di Arab Saudi. Adapun bentuk kekerasan yang dihadapi oleh PMI perempuan bervariasi mulai dari kekerasan non fisik hingga non fisik. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani kekerasan PMI khusus nya perempuan di Arab Saudi melalui konsep Craig Forcese yakni diplomasi perlindungan. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan mengumpulkan berbagai literatur seperti buku, jurnal serta data yang telah tersebar di internet. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Arab Saudi belum memiliki peraturan yang ketat untuk pekerja migran yang bekerja di negaranya sehingga banyak pekerja migran yang mengalami kekerasan. Bentuk upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia (KBRI) berupa negosiasi hingga pengiriman surat presiden kepada Raja Salman. KJRI pun mengirimkan bantuan hukum, pendampingan, hingga memfasilitasi PMI hingga pulang ke tanah air.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPMIen_US
dc.subjectKekerasanen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectArab Saudien_US
dc.titleUpaya Indonesia dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Perempuan di Arab Saudi Tahun 2019-2021en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323267


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record