Perancangan Ulang Menara Pandang Banjarmasin dengan Pendekatan Adaptive Reuse dan Desain Infill
Abstract
Menara Pandang Banjarmasin, sebuah landmark ikonik di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan,
telah mengalami kemunduran dan kehilangan fungsinya seiring waktu. Usulan ini memperkenalkan
perancangan ulang menara dengan pendekatan Adaptive Reuse dan Desain Infill untuk merevitalisasi
strukturnya dan mengintegrasikannya kembali ke dalam konteks perkotaan yang dinamis. Adaptive Reuse
berfokus pada transformasi struktur yang ada menjadi fungsi baru yang sesuai dengan kebutuhan
kontemporer. Dalam kasus ini, menara pandang dapat diubah menjadi ruang publik multifungsi yang
menampung berbagai kegiatan, seperti galeri seni, kafe, ruang edukasi, dan dek observasi. Desain Infill
melibatkan penambahan elemen baru ke dalam ruang yang ada untuk meningkatkan fungsinya dan
memperkuat hubungannya dengan lingkungan sekitarnya. Di sini, infill dapat diterapkan untuk
menciptakan area hijau di sekitar menara, menyediakan ruang terbuka bagi publik untuk berinteraksi dan
menikmati pemandangan kota. Perancangan ulang ini diharapkan dapat menghidupkan kembali landmark
ikonik dan meningkatkan nilai sejarah budayanya, memperluas ruang publik, dan meningkatkan ekonomi
lokal.
Perancangan ulang Menara Pandang Banjarmasin dengan Adaptive Reuse dan Desain Infill
menawarkan solusi inovatif untuk merevitalisasi struktur ikonik ini dan mengintegrasikannya kembali ke
dalam konteks perkotaan yang dinamis. Penelitian ini akan memberikan panduan dan rekomendasi untuk
implementasi proyek yang sukses, membawa manfaat bagi masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya.
Collections
- Architecture [3971]
