Prarancangan Pabrik Biogas dari Kotoran Ayam dan Molases dengan Kapasitas 16.300 Ton/tahun Setara 9,4 Mwel
View/ Open
Date
2024Author
Assegaf, Syarif Luthfi Muhammad Azmi
Syafiyah, Nabilah Nur
Metadata
Show full item recordAbstract
Biogas adalah gas hasil penguraian bahan organik dengan bantuan bakteri melalui
fermentasi anaerob (kedap udara) yang sebagian besar mengandung gas metana
(CH4). Pabrik biogas dari kotoran ayam dan molases dirancang untuk memberikan
alternatif sumber energi listrik menggunakan sumber daya yang terbarukan.
Kapasitas yang direncanakan sebesar 16.300 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi secara
kontinyu selama 330 hari dalam setahun yang akan didirikan di Kecamatan
Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses
pembuatan biogas dilakukan dalam Reaktor Tangki Alir Berpengaduk (RATB).
Pada reaktor ini reaksi berlangsung pada fase cair-cair, irreversible, endotermis,
non-isotermal pada suhu 35°C dan tekanan 1 atm, sehingga untuk menjaga suhu
reaksi digunakan koil pemanas. Pabrik ini digolongkan pabrik beresiko rendah (low
risk) karena kondisi operasi relatif rendah. Untuk memproduksi Biogas 16.300
ton/tahun diperlukan bahan baku kotoran ayam sebesar 3.787,88 kg/jam dan
molases sebesar 8.838,38 kg/jam. Produk biogas pada pabrik ini digunakan sebagai
untuk bahan bakar listrik. Dalam proses produksi, pabrik ini membutuhkan
setidaknya 34.553,50 kg/jam air proses, 27.644,62 kg/jam air pendingin, 86,48
kg/jam air pemanas, 301,20 KWh listrik, serta 16,822 m3
/jam udara bertekanan.
Pabrik biogas ini direncanakan beroperasi ditahun 2028 dengan modal tetap sebesar
Rp 140.966.818.286,93 dan modal kerja sebesar Rp 130.385.634.124. Dari analisis
ekonomi terhadap pabrik ini menunjukkan keuntungan sebelum pajak Rp
57.920.082.436/tahun setelah dipotong pajak 30% keuntungan mencapai Rp
40.544.057.705/tahun. Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar
41,09% dan setelah pajak sebesar 28,76%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak
selama 2 tahun dan setelah pajak 2,65 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar
41,72% dan Shut Down Point (SDP) sebesaar 24,69%. Discounted Cash Flow Rate
(DCFR) terhitung sebesar 12,70%. Dari data analisa kelayakan di atas dapat
disimpulkan bahwa, pabrik ini menguntungkan dan layak untuk dipertimbangkan
untuk pendirian di Indonesia.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
