| dc.description.abstract | Stres merupakan respons kompleks terhadap situasi yang mengganggu keseimbangan,
sering diabaikan seiring bertambahnya usia. WHO mencatat 800.000 kasus bunuh diri setiap
tahun karena stres tidak terkelola, yang dapat memicu gangguan mental dan masalah fisik seperti
hipertensi dan penyakit jantung. Stres yang tinggi berdampak negatif bagi kesehatan seseorang,
sehingga dibutuhkan sebuah alat yang mampu mendeteksi stres pada pengguna secara akurat dan
tepat waktu, serta mengklasifikasikan tingkat stres sesuai dengan standar yang ada dalam domain
kesehatan mental, sehingga pengguna dapat langsung mengetahui kondisi stres mereka.
Implementasi alat pendeteksi stres berbasis IoT menggunakan Wemos D1 Mini ESP8266
sebagai mikrokontroler utama, Sensor MAX30102 untuk mengukur detak jantung, dan Sensor
DS18B20 untuk memantau suhu tubuh. Data dari sensor-sensor ini diproses dengan
pemrograman if else untuk mengklasifikasikan tingkat stres, kemudian dibandingkan dengan
tabel parameter stres untuk menentukan kondisi stres manusia. Setiap sensor mengumpulkan data
yang diukur dan membandingkannya dengan standar yang telah ditentukan untuk menilai tingkat
stres individu secara real-time.
Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa sistem ini dapat secara otomatis
mengklasifikasikan tingkat stres dengan baik menggunakan platform Blynk. Rata-rata error yang
tercatat adalah 0,56% untuk pengukuran heart rate dengan jam, 0,72% untuk pengukuran heart
rate dengan EKG dan 0,76% untuk pengukuran suhu tubuh, dengan tingkat akurasi
masing-masing mencapai 99,44%, 99,28% dan 99,24%. Namun, saat dibandingkan dengan
kuesioner yang diisi oleh subjek, sistem menunjukkan error sebesar 21,25% dan tingkat akurasi
78,75%. Hal ini disebabkan oleh jumlah subjek yang terlalu sedikit dalam pengujian, serta
kemungkinan bias antara data dari kuesioner dengan hasil justifikasi stres oleh alat. | en_US |