Studi Respon Struktur Atas Gedung Bertingkat dengan Sistem Dinding Geser Beton Bertulang Khusus
Abstract
Indonesia, terletak di Cincin Api Pasifik, memiliki tingkat aktivitas vulkanik dan seismik yang tinggi
karena pertemuan empat lempeng tektonik utama. Kondisi ini menjadikannya rentan terhadap
gempa bumi, baik vulkanik maupun tektonik, yang dapat berdampak signifikan pada struktur dan
lingkungan sekitar. Bangunan bertingkat, sebagai salah satu tipe konstruksi sipil, perlu dirancang
dengan mempertimbangkan dampak gempa untuk memastikan kekuatan struktur dan keselamatan
penghuni. Salah satu solusi untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gaya gempa
adalah dengan menambahkan dinding geser, yang dirancang khusus untuk menahan gaya lateral
akibat gempa. Penelitian ini mengkaji dampak penambahan dinding geser pada desain gedung
bertingkat dengan membandingkan tiga model: gedung eksisting tanpa dinding geser, gedung
eksisting dengan dinding geser, dan gedung yang telah diredesain dengan dinding geser. Gedung
Laboratorium Riset di Universitas Islam Indonesia, yang terletak di daerah rawan gempa, dijadikan
studi kasus. Ketiga model dianalisis menggunakan software SAP2000 dan mengikuti peraturan SNI
1726:2019 serta SNI 2847:2019. Hasil analisis struktur ketiga model tersebut menunjukkan nilai
base shear meningkat karena adanya dinding geser. Dispalcement terkecil terjadi pada model 2 yaitu
0,0045 mm untuk arah x dan 0,0023 mm untuk arah y. Simpangan antar lantai terkecil terjadi pada
model 2 yaitu 0,0151 mm untuk arah x dan 0,0027 untuk arah y. P-Delta terkecil terjadi pada model
2 yaitu 0,0094 mm untuk arah x dan 0,0227 mm untuk arah y. Dari hasil penelitian, disimpulkan
bahwa penambahan dinding geser berpengaruh signifikan terhadap respons struktur, dengan model
2 sebagai yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja struktural.
Collections
- Civil Engineering [4779]
