| dc.description.abstract | Air tanah sangat berperan penting bagi setiap aktivitas makhluk hidup yang ada
di bumi. Kecamatan Ngaglik memiliki perkembangan wilayah yang meningkat setiap
tahun. Aktivitas masyarakat yang semakin berkembang, dapat meningkatkan jumlah
limbah yang dihasilkan baik limbah domestik atau limbah industri yang menyebabkan
kualitas air menjadi menurun dan menimbulkan pencemaran. Tujuan dari penelitian ini
yaitu mengidentifikasi konsentrasi nitrit, nitrat dan amonia yang terkandung dalam air
tanah yang ada di Kecamatan Ngaglik, mengetahui bagaimana pola persebaran tiap
pencemar dan mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kualitas air tanah.
Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah
Istimewa Yogyakarta dengan jumlah 14 titik sumur. Metode pengujian nitrit, nitrat dan
amonia dilakukan di laboratorium dengan menggunakan spektrofotometer dan hasil dari
pengujian, kemudian diolah kembali untuk diketahui pola persebaran kualitas tanah
dengan menggunakan hasil uji laboratorium dan dibantu dengan perangkat lunak Sistem
Informasi Geografis yaitu Quantum GIS. Hasil pengujian tiap parameter kemudian
dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.2 Tahun 2023
Tentang Kesehatan lingkungan. Berdasarkan identifikasi, didapatkan hasil pengujian
nitrit yaitu berada pada rentang 0,045 mg/L sampai 2,175 mg/L, hasil pengujian nitrat
berada pada rentang 1,102 mg/L sampai 14,503 mg/L, hasil pengujian amonia berada
pada rentang 0,208 mg/L sampai 4,652 mg/L. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa
konsentrasi nitrit dan nitrat telah memenuhi baku mutu dengan hasil konsentrasi berada
di bawah baku mutu PERMENKES No.2 Tahun 2023. Namun demikian, pada pengujian
amonia menunjukkan bahwa beberapa hasil konsentrasi amonia berada diatas baku mutu
yang ada pada PERMENKES No. 2 Tahun 2023 yaitu sebesar 1,5 mg/L. | en_US |