Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Alat Kontrasepsi
Abstract
Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang bertujuan untuk membantu pasangan
suami istri merencanakan kehamilan, sehingga dapat mengatur jarak antar kehamilan, waktu
kelahiran, serta jumlah anak dalam keluarga. Dalam konteks ini, pengendalian kelahiran dan
pemilihan alat kontrasepsi yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi
perempuan dan mendukung perencanaan keluarga yang baik. Berdasarkan data Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tingkat kelahiran total (TFR) mengalami
penurunan dari 2,6 pada tahun 2017 menjadi 2,24 anak per perempuan usia reproduksi pada
tahun 2021. Bidan dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) memainkan peran penting
dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk pemilihan metode kontrasepsi
yang sesuai.
Masalah yang sering dihadapi dalam program KB adalah ketidakpatuhan peserta terhadap
jadwal pemeriksaan ulang, yang seringkali disebabkan oleh lupa atau hilangnya catatan jadwal.
Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu memberikan saran untuk menentukan alat
kontrasepsi yang ideal serta melakukan pencatatan data dan monitoring pengguna alat
kontrasepsi secara digital. Penelitian ini mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
pemilihan alat kontrasepsi menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan
Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Sistem ini berbasis
web agar mudah diakses tanpa perlu diunduh.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SAW lebih andal dalam menghasilkan
rekomendasi yang sesuai dengan pakar dibandingkan metode TOPSIS. Sistem yang
dikembangkan dapat melakukan perhitungan normalisasi dan memberikan rekomendasi alat
kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Selain itu, pencatatan data pasien
dilakukan secara efisien dan mudah, sehingga memudahkan bidan dalam memantau dan
memberikan layanan kesehatan reproduksi yang optimal.
Collections
- Informatics Engineering [2510]
