Peran Religiusitas dan Self Efficacy Terhadap Subjective Well-being pada Penderita HIV/AIDS di Kota Mataram
Abstract
Seseorang yang terkonfirmasi positif HIV/AIDS memiliki masalah yang kompleks
dalam hidupnya, seperti secara psikologis, kesehatan, dan sosial. Selain itu, ODHA
harus ruti melakukan pemeriksaan dan melakukan pengobatan seumur hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran religiusitas dan self efficacy
terhadap subjective well-being pada penderita HIV/AIDS. Penelitian ini melibatkan
46 ODHA di Kota Mataram dengan subjek ODHA yang rutin mengonsumsi ARV.
Metode penelitian menggunakan skala likert yang disebarkan melalui google form
dan tatap muka. Subjective well-being pada penelitian ini diukur dengan
menggunakan Positive and Negative affect Scale (PANAS) dan Satisfaction With
Life Scale (SWLS). Sementara itu, religiusitas diukur menggunakan Centrality of
Religiosity scale dan self efficacy diukur dengan Evaluating SELF Efficacy for HIV
Disease Management Skill. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas
dan self efficacy secara simultan berkontribusi sebesar 25% terhadap subjective
well-being. Adapun, self efficacy memiliki pengaruh positif sebesar 28% terhadap
subjective well-being dan religiusitas memiliki pengaruh positif sebanyak 6.5%.
Collections
- Psychology [2579]
