| dc.description.abstract | Kota Yogyakarta menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan kendaraan bermotor tertinggi
di Indonesia. Rasio jumlah kendaraan terhadap jumlah penduduk di kota Yogyakarta pada tahun
2022 sangat tinggi yaitu sebesar 1,52 dibandingkan DIY sebesar 0,84 dan Nasional sebesar 0,54.
Sistem pergerakan lalu lintas sebagian besar adalah pergerakan untuk bekerja dan sekolah yang
merupakan pergerakan rutin harian. Data penumpang bus Trans Jogja dari jenis pekerjaan tahun
2022, didominasi oleh Pelajar/Mahasiswa dengan persentase sebesar 43% dan dilanjutkan Pegawai
Swasta dengan persentase sebesar 16%. Sedangkan ASN/POLRI/TNI hanya memiliki persentase
sebesar 4%. Berdasarkan data penumpang Bus Trans Jogja tersebut, minat ASN untuk menggunakan
angkutan umum Bus Trans Jogja masih sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui
karakteristik perjalanan, mengetahui faktor yang mempengaruhi minat menggunakan angkutan
umum untuk perjalanan kerja, dan mendapatkan model yang dapat menjelaskan pengaruhnya.
Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif, Exploratory Factor Analysis (EFA),
dan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Tahapan penelitian ini terdiri
dari penyusunan variabel dan hipotesisnya menjadi model konseptual yang selanjutnya dilakukan
pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada 334 responden untuk dilakukan
pengolahan data dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel, SPSS, dan SmartPLS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ASN Pemerintah Kota Yogyakarta
tidak pernah menggunakan angkutan umum untuk perjalanan kerja. Kendaraan yang digunakan
untuk perjalanan kerja sebagian besar kendaraan pribadi/dinas. Dari hasil penelitian ini disimpulkan
Aksesibilitas dengan dimensi/faktor Mobilitas, Cuaca, dan Kemudahan serta Kualitas Pelayanan
dengan dimensi/faktor Informasi dan Keamanan dan Kebersihan berpengaruh positif terhadap Minat
Angkutan Umum. Kebijakan Pemerintah juga berpengaruh positif terhadap Minat Angkutan Umum
jika dimediasi oleh Kualitas Pelayanan. Model ini dapat menjelaskan 27,8% variasi dalam Minat
Angkutan Umum dengan besar nilai koefisien pengaruh dari yang tertinggi Aksesibilitas (0,405),
Kualitas Pelayanan (0,203), dan Kebijakan Pemerintah melalui Kualitas Pelayanan (0,047). | en_US |