| dc.description.abstract | Belum adanya pendirian pabrik dietil eter di Indonesia dapat dijadikan
pertimbangan dalam pendirian pabrik-pabrik kimia di Indonesia. Perancangan
pabrik dietil eter didirikan untuk memenuhi kebutuhan industri kimia sebagai
pelarut, sebagai campuran bahan bakar dan dapat mengurangi jumlah impor. Pabrik
dietil eter akan didirikan di kawasan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dengan
luas 14.307 m2
. Pabrik dietil eter beroperasi selama 330 hari dalam 1 tahun dan 24
jam dalam sehari dengan jumlah karyawan 169 orang. Pada proses pembuatan dietil
eter ini, bahan baku yang digunakan dari etanol sebesar 4.958,857 kg/jam dengan
proses dehidrasi menggunakan katalis alumina sebesar 112.889,382 kg/jam. Reaksi
berlangsung pada fase gas dengan kondisi operasi suhu 250 °C dan tekanan 1 atm
pada reaktor fixed bed multitube. Reaktor bekerja dengan reaksi yang bersifat
eksotermis dan isotermal. Konversi yang didapatkan dari kondisi operasi tersebut
sebesar 84,6%. Kemudian dietil eter yang dihasilkan dipisahkan dengan menara
distilasi untuk menghasilkan distilat dengan kemurnian 99% sebanyak 22.000
ton/tahun. Sedangkan hasil bawah menara distilasi dipisahkan lebih lanjut pada
menara distilasi untuk recovery etanol dan dikembalikan sebagai arus recycle.
Untuk mendukung proses produksi diperlukan air proses utilitas dengan jumlah
sebesar 113.198,098 kg/jam dan listrik dengan jumlah sebesar 122,136 kW yang
diperoleh dari PLN serta generator sebagai cadangan. Berdasarkan parameter
kelayakan pendirian pabrik dengan evaluasi ekonomi diperoleh keuntungan pabrik
setelah pajak sebesar Rp 191.956.079.843,792 dengan total penjualan tiap
tahunnya sebesar Rp4.009.544.000.000. Evaluasi ekonomi dapat dilihat dari nilai
Return of Investment (ROI) sebelum pajak 63% Return of Investment (ROI) sesudah
pajak 47% Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,4 tahun, Pay Out Time (POT)
sesudah pajak 1,8 tahun, Break Even Point (BEP) 40,4%, Shut Down Point (SDP)
31,1%, dan Discounted Cash Flow Rate of Return (DFCR) 17,7%. Pra rancangan
pabrik dietil eter dari etanol dengan kapasitas 22.000 ton/tahun berdasarkan
tinjauan proses, kondisi operasi, sifat bahan baku dan produk, asal bahan baku, serta
limbah yang dihasilkan tergolong sebagai pabrik beresiko tinggi (high risk). Dari
parameter kelayakan tersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik dietil eter ini layak
didirikan. | en_US |