• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Chemistry
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Chemistry
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Senyawa Aktif Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) sebagai Antijamur Candida albicans dan Candida tropicalis: Ekstraksi, Uji aktivitas in-vitro dan in-silico

    Thumbnail
    View/Open
    20923011.pdf (4.586Mb)
    Date
    2024
    Author
    Azwir, Dwi Maya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Daun yakon (Smallanthus sonchifolius) diekstraksi dengan dua metode yaitu metode sokhletasi dan maserasi, kemudian difraksinasi. Fraksinasi dilakukan dengan menggunakan etil asetat sebagai pelarut semi polar dan etanol sebagai pelarut polar. Uji antijamur dilakukan dengan metode difusi cakram dan sumur. Pada metode maserasi. aktivitas terbaik terjadi pada metode welling Candida tropicalis. Zona hambat yang terbentuk pada pengujian fraksi etil asetat dengan metode difusi sumur untuk Candida albicans adalah 9,7 mm dan 13,6 mm untuk Candida tropicalis. Zona hambat yang menunjukkan aktivitas antijamur fraksi etanol terhadap Candida albicans adalah 10,5 mm dan 15,8 mm terhadap Candida tropicalis. Pada metode soxhletasi. aktivitas terbaik terjadi pada Candida tropicalis. Zona hambat yang terbentuk pada pengujian fraksi etil asetat untuk Candida albicans adalah 10,5 mm dan 9,9 mm untuk Candida tropicalis. Fraksi etanol membentuk zona hambat yang lebih besar pada Candida albicans sebesar 0,4 mm dibandingkan Candida tropicalis. Uji komposisi kimia menggunakan quadrupole time-of-flight (QToF)-LCMS menunjukkan jenis senyawa kimia yang terkandung pada ekstrak hasil fraksionasi berbeda dengan ekstrak awal. Peningkatan jumlah senyawa kimia pada ekstrak hasil fraksinasi etanol dibandingkan ekstrak awal akan mengurangi zona hambat karena senyawa aktif tersebut memberikan efek antagonis sehingga mengurangi aktivitas bila digabungkan atau dicampur. Hasil penambatan molekuler menunjukkan tidak berbanding lurus antara besarnya afinitas pengikatan dengan jumlah ikatan hidrogen. Docking yang dilakukan pada protein target 5FSA memberikan afinitas pengikatan terbesar terhadap ligan Feralolide. Jumlah ikatan hidrogen antara Feralolide dan 5FSA adalah tiga. sedangkan ikatan hidrogen Cistanoside H dengan 5FSA berjumlah tujuh. Nilai afinitas pengikatan untuk protein target 6ZD2 diberikan melalui interaksi dengan 4'-Methylpinosylvin. Senyawa 4'-Methylpinosylvin tidak memiliki interaksi hidrogen. sedangkan Cistanoside H dengan 6ZD2 memberikan empat interaksi hidrogen dan paling banyak diantara senyawa lainnya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51680
    Collections
    • Master of Chemistry [63]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV