Show simple item record

dc.contributor.authorAmalia, Gita
dc.date.accessioned2024-09-05T10:40:06Z
dc.date.available2024-09-05T10:40:06Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51660
dc.description.abstractKrisis pengungsi Suriah tahun 2015 - 2016 di kawasan Eropa menyebabkan stigma tersendiri bagi pengungsi ke arah yang negatif. Perubahan pandangan terhadap pengungsi yang sebagian besar didorong oleh gerakan solidaritas Refugees Welcome yang memiliki peran penting dalam mengubah pandangan terhadap pengungsi khususnya melalui media sosial. Penelitian ini akan dibahas melalui empat tahap yaitu triggering event, traditional media response, viral organization, dan physical response. Melalui empat tahapan tersebut dapat ditemukan bahwa terdapat peristiwa pemicu yaitu Alan Kurdi, seorang anak dari Suriah, yang kehilangan nyawanya pada saat krisis pengungsi pengungsi terjadi. Dari faktor pemicu tersebut menyebabkan dorongan lebih bagi para pendukung pengungsi melalui gerakan Refugees Welcome untuk mendukung pengungsi. Refugees Welcome menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyampaikan aspirasinya sehingga dapat mendorong mobilisasi massa. Perubahan pandangan terhadap pengungsi di tahun 2015-2016 tidak terlepas dari naiknya #RefugeesWelcome yang digunakan para pendukung pengungsi agar isu pengungsi mengarah ke pandangan yang lebih positif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCyberactivismen_US
dc.subjectKrisis Pengungsien_US
dc.subjectRefugees Welcomeen_US
dc.subjectPengungsi Suriahen_US
dc.titleUpaya Cyberactivism Gerakan Refugees Welcome dalam mendukung Pengungsi Suriah Tahun 2015-2016en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323098


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record