Hubungan Antara Indeks Resistensi Eritropoietin Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis
Abstract
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan suatu sindrom klinis
yang disebabkan oleh perubahan permanen pada fungsi dan/atau struktur ginjal
selama lebih dari atau sama dengan tiga bulan. Ginjal yang mengalami penurunan
fungsi akan memproduksi lebih sedikit hormon eritropoietin yang berperan dalam
eritropoiesis, sehingga menyebabkan anemia sebagai komplikasi. Terapi anemia
pada PGK dapat dilakukan dengan pemberian ESA (erythropoiesis stimulating
agents) yang meningkatkan produksi eritrosit untuk meningkatkan hemoglobin.
Namun, kadar hemoglobin dapat tidak mengalami kenaikan jika terjadi resistensi
atau hiporesponsif terhadap ESA. Untuk mengevaluasi respons ESA dapat
menggunakan suatu indeks yaitu Indeks resistensi eritropoietin (ERI).
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara indeks resistensi
eritropoietin terhadap perubahan kadar hemoglobin pada pasien penyakit ginjal
kronis yang menjalani hemodialisis.
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada pasien hemodialisis di RS PKU
Muhammadiyah Bantul pada 95 subjek penelitian dengan desain cross-sectional
menggunakan data primer dan sekunder. Variabel perubahan kadar hemoglobin
dibagi menjadi meningkat dan tidak meningkat, sedangkan variabel ERI dibagi
menjadi tiga kategori yaitu tertile rendah, sedang, dan tinggi.
Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan kadar Hb dengan ERI
pada pasien hemodialisis (p= 0.037). Sebanyak 67.4% pasien berada pada tertile
sedang, 21.1% pasien pada tertile tinggi, dan 11.6% pasien pada tertile rendah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ERI dengan perubahan kadar Hb pada
pasien PGK yang menjalani hemodialisis (p=0.037)
Collections
- Medical Education [2954]
