Identifikasi Keberadaan Mikroplastik Pada Tanah Pertanian Sekitar TPA Piyungan Yogyakarta
Abstract
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan tempat terakhir berbagai jenis
sampah. Sampah plastik begitu banyak ditemukan dan tidak hanya di landfill, tetapi
ditemukan juga berceceran disekitarnya. Kondisi landfill TPA yang dekat dengan
lahan pertanian dapat menimbulkan masalah lingkungan, seperti pencemaran
mikroplastik. Adanya mikroplastik disebabkan degradasi dari sampah plastik
melalui beberapa fakor. Sumber pencemaran mikroplastik pada lahan pertanian
sekitar TPA Piyungan dapat berasal dari perpindahan sampah plastik dari TPA dan
depo sampah menuju lahan pertanian yang terbawa oleh air hujan, angin, aktivitas
manusia, dan didukung dengan aliran irigasi yang meluap dimana membawa
sampah plastik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi
keberadaan dan karakteristik mikroplastik, serta polimer yang terkandung pada
sampel uji berupa tanah. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian sekitar TPA
Piyungan Yogyakarta dengan total 11 titik lokasi. Metode penentuan titik
pengambilan sampel menggunakan modifikasi cluster sampling, kemudian metode
untuk pengambilan sampel menggunakan grab sampling, dan metode pengujian
sampel berupa tanah mengacu pada metode National Oceanic and Atmosphere
Administration (NOAA). Analisis sampel menggunakan mikroskop dan FT-IR.
Kelimpahan mikroplastik yang ditemukan di setiap lokasi berbeda, untuk sampel
pemisahan densitas dengan larutan NaCl berkisar 526 - 2822 partikel dan 0,27 -
78,54 partikel/gram, pada sampel pemisahan densitas dengan larutan ZnCl2 berkisar
647 – 1665 partikel dan 0,39 – 77,99 partikel/gram. Bentuk-bentuk mikroplastik
yang ditemukan dari 11 titik didominasi berbentuk film, fragmen, dan fiber. Akan
tetapi, ditemukan juga bentuk foam dan pellet. Semua bentuk mikroplastik yang
teridentifikasi didominasi oleh warna hitam dan oranye/jingga, serta ditemukan
juga warna hijau, ungu, merah, transparan, dan biru. Identifikasi dengan FT-IR
ditemukan polimer Nylon, Polypropylene (PP), Low Density Polyethylene (LDPE),
dan Polytetrafluorethylene (PTFE) pada sampel dengan pemisahan densitas
menggunakan larutan NaCl, kemudian pada sampel menggunakan larutan ZnCl2
ditemukan polimer Nylon, Polypropylene (PP), Polystyrene (PS), dan
Polytetrafluorethylene (PTFE).
Collections
- Environmental Engineering [1834]
