Pengaruh Social Engagement Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Ngaglik 2
Abstract
Latar Belakang: Jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia semakin meningkat
seiring dengan peningkatan harapan hidup. Penurunan fungsi kognitif menjadi
salah satu masalah yang sering dihadapi lansia dan memengaruhi kualitas hidup
mereka. Faktor-faktor seperti social engagement, pekerjaan, pendidikan, dan jenis
kelamin diketahui berperan dalam fungsi kognitif lanjut usia.
Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi hubungan tingkat social engagement
terhadap fungsi kognitif lanjut usia di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas
Ngaglik 2.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekataan cross-sectional
diikuti oleh 60 lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 2 pada Juni – Juli
2024. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat yaitu Fisher’s Exact
Test, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: Ditemukan 58.2% lansia dengan fungsi kognitif buruk dan 41.8% dengan
fungsi kognitif baik. Ditemukan pula 76.4% lansia dengan social engagement baik
dan 23.6% lansia dengan social engagement buruk. Didapatkan hasil bahwa tidak
terdapat hubungan social engagement terhadap fungsi kognitif pada lanjut usia di
wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 2 (p = 0.051). Lansia dengan social engagement
buruk cenderung memiliki peluang 5.5 kali lebih besar untuk memiliki fungsi
kognitif yang buruk dibandingkan lansia dengan social engagement baik, tetapi
tidak bermakna secara statistik. Setelah dilakukan analisis multivariat, ditemukan
bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan jenis kelamin terhadap fungsi
kognitif pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 2.
Simpulan: Tidak terdapat hubungan social engagement terhadap fungsi kognitif
pada lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 2. Terdapat hubungan antara
pendidikan dan jenis kelamin terhadap fungsi kognitif lanjut usia di wilayah kerja
Puskesmas Ngaglik 2.
Collections
- Medical Education [2954]
