Aktivitas Imunostimulan Sediaan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (Snedds) Kombinasi Ekstrak Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Abstract
Benalu batu (Begonia medicinalis) dan kelor (Moringa oleifera) merupakan
tumbuhan yang secara empiris digunakan oleh masyarakat sebagai terapi
tradisional karena memiliki banyak manfaat klinis, diantaranya adalah sebagai
imunostimulan. Namun, kebanyakan senyawa yang terkandung dari ekstrak
seperti flavonoid memiliki kelarutan air yang rendah sehingga menyebabkan
bioavailabilitas yang buruk didalam tubuh. Oleh sebab itu, sediaan kombinasi
ekstrak B. medicinalis dan daun M. oleifera dikembangkan dalam bentuk Self-
Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) yang dilaporkan mampu
meningkatkan absorpsi dan kelarutan obat didalam tubuh. Penelitian ini bertujuan
mengetahui aktivitas imunostimulan sediaan SNEDDS kombinasi ekstrak B.
medicinalis dan daun M. oleifera secara in vitro maupun in vivo. Metode
penelitian dilakukan formulasi dan karakterisasi sediaan SNEDDS kombinasi
ekstrak B. medicinalis dan daun M. oleifera melalui uji transmittan, ukuran
partikel, polidispers indeks, dan zeta potensial. Uji aktivitas imunostimulan
dilakukan melalui uji aktivitas fagositosis makrofag dan proliferasi sel limfosit
dengan metode MTT assay secara in vitro dan perhitungan (%) jumlah leukosit,
neutrofil, dan limfosit selama 14 hari pemberian sediaan dan setelah diinduksi
bakteri Staphylococcus aureus secara in vivo. Hasil penelitian menunjukkan
karakterisasi sediaan SNEDDS kombinasi ekstrak B. medicinalis dan daun M.
oleifera memiliki ukuran nano dan sediaan stabil. Hasil uji imunostimulan secara
in vitro menunjukkan SNEDDS kombinasi ekstrak B. medicinalis dan daun M.
oleifera dapat meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dan proliferasi sel
limfosit secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kombinasi ekstrak B.
medicinalis dan daun M. oleifera, sedangkan uji imunostimulan secara in vivo
menunjukkan SNEDDS kombinasi ekstrak B. medicinalis dan daun M. oleifera
dapat meningkatkan secara signifikan (p<0,05) (%) jumlah leukosit, neutrofil, dan
limfosit selama 14 hari dan tidak mengalami peningkatan secara signifikan
(p>0,05) setelah diinduksi S. aureus.
Collections
- Master of Pharmacy [32]
