Show simple item record

dc.contributor.authorAfifah, Jihan Nur
dc.date.accessioned2024-09-02T07:17:41Z
dc.date.available2024-09-02T07:17:41Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51561
dc.description.abstractResiliensi adalah kemampuan yang penting bagi remaja akhir dengan orang tua bercerai agar remaja dapat bangkit menjalani kehidupan sehari-hari pasca perceraian orang tua. Dukungan sosial dan efikasi diri memiliki hubungan dan peran dengan resiliensi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan dan peran dukungan sosial dan efikasi diri dengan resiliensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan The Connor-Davidson Resilience Scale, The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 105 remaja akhir dengan orang tua bercerai di Indonesia. Teknik analisis menggunakan analisis korelasi pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dukungan sosial dan efikasi diri memiliki hubungan positif signifikan dan secara simultan berpengaruh positif dengan resiliensi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan pertama. semakin tinggi dukungan sosial, semakin tinggi resiliensi remaja. Kedua, semakin tinggi efikasi diri, semakin tinggi resiliensi remaja. Ketiga, semakin tinggi peran dukungan sosial dan efikasi diri maka dapat meningkatkan kemampuan resiliensi remaja akhir. Hasil dari penelitian ini diharapkan membantu untuk penelitian selanjutnya dengan variabel dan/atau subjek yang sama.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDukungan Sosialen_US
dc.subjectEfikasi Dirien_US
dc.subjectResiliensien_US
dc.titlePeran Dukungan Sosial dan Efikasi diri Terhadap Resiliensi Remaja Akhir dengan Orang Tua Berceraien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20320088


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record