• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Profil Ketoksikan Akut dan Subkronis Sediaan Self Nano-emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Kombinasi Ekstrak Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera)

    Thumbnail
    View/Open
    22924014.pdf (19.90Mb)
    Date
    2024
    Author
    Tanriono, Levana Velincia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia memiliki banyak spesies tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal seperti benalu batu (Begonia medicinalis) dan daun kelor (Moringa oleifera). Namun, sebagian besar obat herbal memiliki kelarutan yang rendah sehingga dikembangkan menjadi formulasi sediaan Self- Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Meskipun sediaan SNEDDS dapat meningkatkan efektivitas senyawa, sediaan ini juga dapat meningkatkan toksisitas senyawa. Oleh sebab itu, dilakukan uji toksisitas untuk mengetahui tingkat keamanan sediaan SNEDDS. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi dan uji keamanan sediaan SNEDDS. Metode penelitian dilakukan formulasi dan karakterisasi sediaan melalui uji transmittan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial. Uji toksisitas akut dilakukan pada tikus putih Wistar betina secara oral selama 14 hari menggunakan pedoman OECD 425, dan uji toksisitas subkronis selama 90 hari menggunakan pedoman OECD 408. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tanda toksisitas pada tikus dosis 2000 mg/kgBB berupa penurunan aktivitas, salivasi, diare, lesu, pernapasan lambat, serta mortalitas. LD50 yang diperoleh yaitu 1.098 mg/kgBB, sehingga toksisitas akut SNEDDS termasuk dalam kategori toksik sedang. Pada studi toksisitas subkronis, SNEDDS dengan 3 variasi dosis yaitu 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Terdapat tanda ketoksikan dan kematian pada dosis tertinggi yaitu 400 mg/kgBB, sedangkan pada dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB tidak ada efek toksik yang signifikan berpengaruh pada tanda dan gejala klinis, berat badan, asupan makan, parameter hematologi, biokimia, serta pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis organ.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51537
    Collections
    • Master of Pharmacy [32]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV