• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Karakteristik Kasus Orok di RS Bhayangkara Polda DIY Berdasarkan Visum Et Repertum Mati Periode 2017-2023

    Thumbnail
    View/Open
    20711001.pdf (2.775Mb)
    Date
    2024
    Author
    Nathania, Fahira Rahma
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Kasus orok merupakan kasus penemuan jenazah bayi di tempat yang tidak semestinya. Kematian bayi yang ditangani instalasi forensik dapat merupakan kasus infanticide, aborsi, penelantaran, atau pembunuhan. Penelitian mengenai kasus orok di Indonesia masih berfokus pada infanticide, di Provinsi DIY penelitian mengenai kasus kematian bayi masih minim dilakukan (Shenjaya, 2020). Tujuan Penelitian: Mengamati karakteristik kasus orok yang diperiksa di RS Bhayangkara POLDA DIY dari tahun 2017 sampai 2023 berdasarkan Visum et Repertum mati dan rekam medis. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder Visum et Repertum dan rekam medis dari RS Bhayangkara POLDA DIY dengan teknik total sampling. Hasil: Sebanyak 52 kasus dari 67 kasus orok memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis dengan hasil sebagai berikut, jumlah orok laki-laki dan perempuan hampir sama (1:1.125), berusia kandungan cukup bulan (19.2%), lahir hidup (35.6%), viable (59.6%), tanpa tanda perawatan (82.7%), tanpa cacat kongenital mayor (28.8%), diautopsi (92.3%), sebab kematian kekerasan tumpul (46.2%), terjadi di Kabupaten Sleman (57.7%) pada bulan Agustus (13.5%) dan tahun 2023 (28.8%). Kesimpulan: Karakteristik kasus orok yang diperiksa di RS Bhayangkara POLDA DIY periode 2017-2023 adalah tidak ada jenis kelamin yang dominan, aterm, lahir hidup, viable, diautopsi, dan tanpa tanda perawatan maupun cacat kongenital mayor. Sebab kematian paling banyak kekerasan tumpul. Paling banyak terjadi pada bulan Agustus, tahun 2023, dan TKP di Kabupaten Sleman.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51522
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV