Rhinitis Alergi Sebagai Faktor Resiko Otitis Media Supuratif Kronis: Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Rinitis alergi merupakan penyakit atopi yang ditandai dengan
gejala hidung tersumbat, rinorea bening, bersin-bersin, post nasal drop, dan
pruritus hidung. Prevalensi rinitis alergi yang dilaporkan sendiri diperkirakan
sekitar 2-25% pada anak-anak dan 1% hingga lebih dari 40% pada orang
dewasa. Rinitis alergi terutama disebabkan oleh respons hipersensitivitas tipe 1
yang dimediasi imunoglobulin E (IgE) akibat paparan alergen. Otitis media
supuratif kronis (OMSK) merupakan penyakit telinga di mana terdapat infeksi
kronis yang berkelanjutan pada telinga tengah tanpa membran timpani yang
utuh. Rinitis alergi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya otitis media
supuratif kronik. Rinitis alergi sering terjadi pada penderita atopi dan akan
meningkatkan risiko penyumbatan tuba eustachius akibat peradangan mukosa,
yang diketahui lebih umum terjadi pada orang dewasa dengan OMSK. Reaksi
alergi yang terjadi di mukosa hidung dapat mempengaruhi tuba eustachius dan
membran timpani melalui beberapa proses. Pasien rinitis alergi memiliki risiko 13
kali lebih besar terjadi OMSK dibandingkan dengan pasien tanpa rinitis alergi.
Metode: Studi ini menggunakan metode scoping review, yaitu menggabungkan
beberapa bukti peneltian yang sesuai dengan proses pencarian Preferred
Reposting Item for Systematic Review (PRISMA). Pencarian jurnal menghasilkan
7.041 sumber literatur yang kemudian disaring dan menghasilkan 5 sumber
literatur.
Hasil: Lima jurnal penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa rinitis alergi
meningkat risiko kejadian otitis media supuratif kronis.
Simpulan: Rinitis alergi menjadi salah satu faktor risiko terjadinya otitis media
supuratif kronis.
Collections
- Medical Education [2954]
