Monitoring dan Reporting Karakter Berkendara Pengemudi
View/ Open
Date
2024Author
Yudhistira, Rio Naufal
Sumaryono, Ahmad Fadhlurrahman
Metadata
Show full item recordAbstract
Transportasi memainkan peran krusial dalam kehidupan sehari-hari, dengan dampak yang
signifikan pada mobilitas dan keselamatan masyarakat. Di Indonesia, angka kecelakaan yang
tinggi menjadi masalah serius. Oleh karena itu, pemantauan dan analisis terhadap gaya
berkendara pengemudi menjadi solusi penting untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut. Dalam mengatasi masalah ini, penulis ingin membuat sebuah sistem yang dapat melakukan
monitoring dan reporting karakter berkendara pengemudi secara real-time. Sistem ini
menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan prediksi karakter berkendara. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan yang terjadi dengan
memberikan pemahaman yang lebih baik tentang gaya berkendara pengemudi. Alat yang dibuat oleh penulis memiliki ukuran 158x90x65 mm yang dapat dipasang di
berbagai bagian mobil. Dengan menggunakan AI dan data dari sensor gyro dan accelerometer, sistem ini dapat memprediksi karakter berkendara seseorang berdasarkan gaya berkendara
mereka. Selain itu, sistem ini dapat dipantau melalui aplikasi yang tersedia. Dengan aplikasi
tersebut, pengguna dapat melihat karakter berkendara mereka sendiri, lokasi kendaraan, dan
kecepatan saat ini. Sistem ini menggunakan AI untuk menentukan karakter berkendara pengemudi. Metode
yang digunakan adalah decision tree klasifikasi dengan tingkat akurasi sebesar 87%. Selain itu, lama pengiriman data sistem sekitar antara 4-7 detik, akurasi sensor GPS dalam menentukan
posisi kendaraan juga jika dibanding dengan posisi Google Maps hanya kurang dari 2 meter dari
posisi asli. Sistem juga memerlukan data sebanyak 57 MB hingga 100 MB per bulan agar dapat
digunakan. Namun, perlu diingat bahwa nilai kecepatan yang dihasilkan masih memiliki tingkat
kesalahan sebesar 31,6% karena menggunakan nilai kecepatan dari GPS. Sistem ini memiliki dua
mode, yaitu mode normal dan siaga. Pada mode normal, sistem dapat bertahan selama 3 hari
sebelum perlu diisi ulang, sedangkan pada mode siaga, sistem dapat bertahan selama 4 hari. Meskipun ukuran alat tidak sesuai dengan keinginan penulis, sistem dan kinerja alat sudah sesuai
dengan apa yang ingin dicapai.
Collections
- Electric Engineering [889]
