Show simple item record

dc.contributor.authorNadirani, Tsabita Alistya
dc.date.accessioned2024-08-29T06:21:08Z
dc.date.available2024-08-29T06:21:08Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51450
dc.description.abstractLatar Belakang: Pijat oksitosin merupakan pemijatan area punggung sepanjang tulang belakang hingga kosta kelima atau keenam dan merupakan upaya untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin untuk membantu proses laktasi. Pemijatan ini dapat mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak agar dapat meningkatkan hormon oksitosin dan merangsang refleks let down atau refleks ejeksi ASI. Dengan dilakukannya studi kajian menggunakan scoping review ini, diharapkan dapat memberikan informasi seputar efek pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Metode: Kriteria artikel yang berupa literatur original article berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia, tahun publikasi 2015-2024, jenis penelitian dapat berupa eksperimental dan observasional, dan artikel dapat diakses secara full text/open access. Sumber pencarian informasi pada scoping review ini didapat dari beberapa database elektronik (e-database), yaitu PubMed, Sciencedirect, EBSCO, SpringerLink, OneSearch, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci Boolean. Artikel yang didapat akan diseleksi menggunakan PRISMA- ScR flow diagram. Selanjutnya artikel masuk dalam seleksi akan dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis data untuk menjawab tujuan scoping review. Hasil: Dari sembilan artikel yang termasuk dalam inklusi, terdapat tujuh artikel yang menunjukkan hasil signifikan perlakuan pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI, satu artikel menunjukkan hasil signifikan pada kelompok perlakuan pijat oketani, dan satu artikel menunjukkan hasil kelompok perlakuan kombinasi pijat oksitosin-endorfin lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan pijat oksitosin. Kesimpulan: Pemberian terapi pijat oksitosin ini dapat meningkatkan produksi ASI, namun terdapat beberapa intervensi lain yang dapat dilakukan seperti breast care, pijat oketani, dan pijat endorfin. Seluruh proses pemijatan ini dapat membuat tubuh semakin rileks sehingga dapat menstimulasi peningkatan pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin sebagai hormon produksi ASI.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleKajian Efek Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Air Susu Ibu: Sebuah Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711171


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record