| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pijat oksitosin merupakan pemijatan area punggung sepanjang
tulang belakang hingga kosta kelima atau keenam dan merupakan upaya untuk
merangsang pengeluaran hormon oksitosin untuk membantu proses laktasi.
Pemijatan ini dapat mempercepat kerja saraf parasimpatis untuk menyampaikan
perintah ke otak agar dapat meningkatkan hormon oksitosin dan merangsang
refleks let down atau refleks ejeksi ASI. Dengan dilakukannya studi kajian
menggunakan scoping review ini, diharapkan dapat memberikan informasi seputar
efek pijat oksitosin terhadap produksi ASI.
Metode: Kriteria artikel yang berupa literatur original article berbahasa Inggris dan
bahasa Indonesia, tahun publikasi 2015-2024, jenis penelitian dapat berupa
eksperimental dan observasional, dan artikel dapat diakses secara full text/open
access. Sumber pencarian informasi pada scoping review ini didapat dari
beberapa database elektronik (e-database), yaitu PubMed, Sciencedirect,
EBSCO, SpringerLink, OneSearch, dan Google Scholar dengan menggunakan
kata kunci Boolean. Artikel yang didapat akan diseleksi menggunakan PRISMA-
ScR flow diagram. Selanjutnya artikel masuk dalam seleksi akan dilakukan
ekstraksi data, item data, dan sintesis data untuk menjawab tujuan scoping review.
Hasil: Dari sembilan artikel yang termasuk dalam inklusi, terdapat tujuh artikel
yang menunjukkan hasil signifikan perlakuan pijat oksitosin dapat meningkatkan
produksi ASI, satu artikel menunjukkan hasil signifikan pada kelompok perlakuan
pijat oketani, dan satu artikel menunjukkan hasil kelompok perlakuan kombinasi
pijat oksitosin-endorfin lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan
pijat oksitosin.
Kesimpulan: Pemberian terapi pijat oksitosin ini dapat meningkatkan produksi
ASI, namun terdapat beberapa intervensi lain yang dapat dilakukan seperti breast
care, pijat oketani, dan pijat endorfin. Seluruh proses pemijatan ini dapat membuat
tubuh semakin rileks sehingga dapat menstimulasi peningkatan pengeluaran
hormon prolaktin dan oksitosin sebagai hormon produksi ASI. | en_US |