Resolusi Konflik Antara Orang Tua dan Anak Generasi Z untuk menjaga Ketahanan Keluarga Perspektif Maqāṣid Syarī’ah
Abstract
Generasi Z menghadapi tantangan unik dalam membangun keberlangsungan
keluarga di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat. Disfungsi dalam peran
dan fungsi keluarga, serta adanya berbagai jenis pola asuh orang tua berdampak
serius terhadap kesehatan mental anak. Kurangnya penerapan nilai-nilai agama
sebagai pondasi dalam kehidupan berkeluarga juga menyebabkan ketidakstabilan
bangunan rumah tangga. Maka penting untuk menelaah mengenai bagaimana
resolusi konflik yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang
ditekankan oleh agama dalam perspektif maqāṣid syarī’ah yang mengacu pada
pemeliharaan lima tujuan utama dalam Islam untuk mencapai ketahanan keluarga.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat
kualitatif dengan pendekatan normatif sosiologis. Data dikumpulkan melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan
teknik uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan confirmabilitas. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pertama, konflik antara orang tua dan generasi Z
dalam keluarga disebabkan oleh faktor perbedaan dalam pola asuh, komunikasi
yang kurang baik, pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial, perbedaan
pola pikir dan sudut pandang, serta kondisi ekonomi keluarga. Kedua, Upaya
resolusi konflik melibatkan strategi memahami perbedaan sudut pandang dan pola
pikir, memiliki quality time dengan keluarga, dan menerapkan nilai-nilai agama
dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, prinsip-prinsip maqāṣid syarī’ah seperti
hifdz al-Din, hifdz al-Nafs, hifdz al-Aql, hifdz al-Nasl, dan hifdz al-Mal
memberikan kerangka kerja yang kokoh dalam memperkuat ketahanan keluarga,
tercermin pada cara dan metode yang digunakan oleh orang tua dan generasi Z
dalam mengelola konflik keluarga.
Collections
- Islamic Law [923]
