| dc.description.abstract | Peningkatan jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat menghasilkan beragam jenis
dan karakteristik sampah. Sampah menjadi masalah nasional yang memerlukan pengelolaan
komprehensif agar memberikan manfaat ekonomi, menjaga kesehatan masyarakat, dan
melindungi lingkungan. Salah satu dampak negatif dari tempat pembuangan akhir (TPA) adalah
pencemaran udara oleh gas-gas yang dihasilkan oleh sampah, seperti metana, amonia, karbon
monoksida, karbon dioksida, dan hidrogen sulfida.
Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring gas berbahaya di area
pembuangan atau pengolahan sampah menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini
dirancang untuk mengukur konsentrasi gas berbahaya dan memberikan peringatan jika gas tersebut
melebihi ambang batas aman.
Sistem yang diusulkan terdiri dari sensor gas yang terhubung dengan mikrokontroler
Arduino Mega 2560 dan modul komunikasi GSM SIM800L untuk mengirimkan data ke server
Firebase. Antarmuka pengguna disediakan melalui aplikasi Android yang memungkinkan
pemantauan data secara real-time dan memberikan peringatan ketika gas berbahaya terdeteksi.
Proyek ini melibatkan perancangan rangkaian elektronik, desain 3D untuk penempatan sensor,
pengembangan antarmuka pengguna, dan pemrograman. Pengujian dilakukan untuk memastikan
akurasi sensor, kecepatan respons, sinkronisasi data pada LCD dan perangkat pengguna, serta
fungsi komponen peringatan.
Meskipun ada beberapa perbedaan dalam spesifikasi yang diusulkan, hasil dari proyek ini
secara umum telah terpenuhi. Sistem ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan
keselamatan dan kesehatan di area pembuangan atau pengolahan sampah. Namun, untuk mencapai
hasil yang lebih optimal, diperlukan peningkatan dalam kalibrasi sensor dan pengujian gas
berbahaya. | en_US |