| dc.description.abstract | Vitamin C merupakan salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh.
Kebutuhan vitamin C tersebut dapat dipenuhi dengan sedian berupa suplemen
kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan vitamin C
dalam sampel suplemen kesehatan melalui validasi metode dengan variasi pelarut,
guna mengetahui kebenaran kandungannya. Perbedaan pelarut ini digunakan untuk
mengetahui adakah pengaruh pelarut terhadap hasil vitamin C. Parameter validasi
metode yang dilakukan meliputi linearitas, limit deteksi, limit kuantifikasi, presisi,
akurasi dan estimasi ketidakpastian pengukuran. Berdasarkan hasil perhitungan
kandungan vitamin C dengan pelarut akuades diperoleh hasil uji linearitas R2
sebesar 0,9945, r sebesar 0,9972; LOD sebesar 1,8323 mg/L; LOQ sebesar 6,1078
mg/L; %RSD sebesar 1,64%; %Recovery sebesar 85,27% serta nilai estimasi
ketidakpastian sebesar 9511,93 ± 1026,48 mg/L. Sedangkan, hasil kandungan
vitamin C dengan pelarut etanol 70% diperoleh uji linearitas R2
sebesar 0,9982 dan
r sebesar 0,9991; LOD sebesar 1,0517 mg/L; LOQ sebesar 3,5058 mg/L; %RSD
sebesar 0,86%; %Recovery sebesar 93,77% serta nilai estimasi ketidakpastian
sebesar 7956,11 ± 722,29 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut
akuades efektif untuk penentuan vitamin C karena kepolarannya yang tinggi
didukung dengan kandungan vitamin C pada pelarut akuades yang lebih tinggi. | en_US |