| dc.description.abstract | Pertumbuhan industri manufaktur yang pesat dan kompleks menuntut
inovasi terus-menerus dalam berbagai aspek, termasuk material yang menjadi
komponen utama dalam pembuatan produk. Penelitian dalam bidang material
berfokus pada pengembangan material yang unggul dalam sifat mekanis seperti
kekuatan, kekakuan, dan ringan. Pembuatan drone pesawat pengintai tanpa awak
contohnya, drone yang dibuat dituntut untuk memiliki kekuatan serta kekakuan
yang tinggi pada body drone, namun juga dituntut untuk memiliki bobot yang
ringan. Salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam pencarian material baru
dengan sifat yang diinginkan adalah penggabungan dua atau lebih material untuk
membentuk material komposit. Metode pembuatan spesimen dengan material
filament PLA 3D print dan serat karbon adalah dengan proses vacuum bagging
untuk menyatukan kedua material tersebut. Selanjutnya, dilakukan pengujian
bending dengan dua metode, yaitu pengujian secara langsung dan dengan metode
analisis finite element untuk memperoleh data dari spesimen. Penambahan skin
pada satu permukaan yang rata atau pada bagian core menghasilkan peningkatan
nilai kekakuan bending yang sebanding dengan jumlah layer skin carbon fibre
yang ditambahkan. Namun penurunan terjadi pada pemberian tiga layer skin
carbon fibre, untuk nilai tegangan bending dan kekakuan bending spesifik.
Berdasarkan perbandingan hasil dari pengujian secara langsung dengan uji analisis
finite element ditemukan bahwa terdapat selisih yang kecil pada nilai tegangan
bending , kekakuan bending , dan kekakuan bending spesifik. Selisih tersebut
muncul karena adanya perbedaan sifat material yang ada pada spesimen di
software dengan spesimen asli dan karena kesalahan penguji pada saat pengujian. | en_US |