Show simple item record

dc.contributor.authorPutra, Tendi Aditya
dc.date.accessioned2024-08-14T03:56:02Z
dc.date.available2024-08-14T03:56:02Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51164
dc.description.abstractKebersyukuran yang merupakan sikap mental yang mengacu pada penghargaan dan pengakuan terhadap hal-hal positif dalam hidup, sedangkan stres adalah respons fisiologis dan psikologis terhadap tekanan dan tuntutan dalam lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan keduanya yaitu antara kebersyukuran dan stres pada mahasiswa dengan responden berjumlah 79 orang mahasiswa. Metode penelitian ini ialah korelasional kuantitatif dengan menggunakan pengukuran skala stres oleh Lovibond, S. H., & Lovibond, P. F. (1995). The Depression Anxiety and Stress Scales (DASS). Manual (2nd ed.). Sydney: Psychology Foundation. Berdasarkan hasil uji hipotesis, ditemukan hasil penelitian bahwa korelasi antara stres dan kebersyukuran adalah -0,446 dengan nilai signifikansi p = 0,001. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswa, semakin rendah tingkat kebersyukuran yang dirasakan, dan sebaliknya. Korelasi negatif ini mengindikasikan bahwa ada hubungan terbalik antara tingkat stres dan kebersyukuran, di mana peningkatan stres akan menurunkan tingkat kebersyukuran.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBeryukuren_US
dc.subjectStresen_US
dc.subjectMahasiswaen_US
dc.titlePengaruh Stres Terhadap Tingkat Kebersyukuran Mahasiswa Universitas Islam Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM17320297


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record