Show simple item record

dc.contributor.authorSuyitno, Agnes Novita
dc.date.accessioned2024-08-14T03:31:55Z
dc.date.available2024-08-14T03:31:55Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/51158
dc.description.abstractDaun kering merupakan sampah organik yang dihasilkan dari proses pengguguran pohon yang banyak ditemukan dipinggir jalan dan di sekitar rumah. Sampah daun kering yang diolah menjadi kompos merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah daun. Untuk mempercepat pengomposan daun kering dapat dicampurkan dengan larutan EM4 dan untuk mengoptimalkan penyerapan dapat dilakukan proses pencacahan daun kering agar menjadi lebih kecil. Banyak bermunculan tokoh-tokoh kreatif yang mampu menciptakan berbagai alat pencacah daun yang dapat mencacah daun kering dari ukuran besar menjadi ukuran yang kecil agar mudah untuk diurai menjadi kompos, namun pada sistemnya masih terdapat kekurangan dimana alat berpotensi mudah mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin pencacah daun kering, serta melakukan pengujian mesin pencacah daun kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Design thinking. Design thinking merupakan rangkaian proses kognitif, strategis dan praktis yang dilakukan secara berulang untuk memahami pengguna dan menciptakan solusi inovatif yang tidak terpikirkan sebelumnya (out of the box). Mesin pencacah daun kering memiliki corong untuk memasukkan daun kering pada tutup yang diberi pengunci yang dapat dibuka. Kerangka dudukan dinamo motor ditutup dengan plat besi serta akrilik yang bertujuan agar tidak terkena cipratan air. Saringan didesain agar dapat dibuka atau diangkat keatas yang bertujuan untuk membersihkan daun kering yang menghambat lubang dan membersihkan sisa pemotongan yang tidak dapat keluar. Mesin pencacah daun kering dapat mencacah daun dengan cepat, memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 kg/jam dan mudah digunakan oleh siapa saja. Mesin pencacah daun kering menghasilkan ukuran cacahan daun yang kecil dan sesuai dengan standar dengan ukuran diagonal terbesar 25 mm dan kebanyakan ukuran diagonal daun berada dibawahnya sehingga dapat mempercepat proses pengomposan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSampahen_US
dc.subjectDaun Keringen_US
dc.subjectKomposen_US
dc.subjectMesin Pencacahen_US
dc.subjectDesign Thinkingen_US
dc.titleRancang Bangun Mesin Pencacah Daun Kering Untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Ngestiharjo Kasihan Bantul DIYen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20525074


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record