| dc.description.abstract | Pabrik glukosa dirancang untuk memenuhi kebutuhan baik di dalam maupun
di luar Indonesia. Kapasitas yang direncanakan sebesar 50.000 ton/tahun. Pabrik ini
direncanakan berdiri di kawasan industri Jl. Trans Sulawesi No. 84, Buyungon,
Kec. Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara di tanah seluas
43.820 m2
. Proses pembuatan glukosa menggunakan proses hidrolisis asam dengan
memakai Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB). Untuk memproduksi glukosa
sebesar 50.000 ton/tahun (kg/jam) diperlukan bahan baku sabut kelapa sebanyak
14.332,39 kg/jam, asam phospat sebanyak 8.843,61 kg/jam, natrium hidroksida
sebesar 43.142,40 kg/jam, karbon aktif sebesar 8.333,33 kg/jam, etanol sebesar
1.643,54 kg/jam dan asam sulfat sebesar 805.953,96kg/jam. Utilitas pendukung
proses meliputi penyediaan air proses sebesar 59.876,32 kg/jam, air pendingin
sebesar 294,35 kg/jam, air domestik sebesar 984,58 kg/jam, air layanan umum
sebesar 984,58 kg/jam, penyediaan saturated steam sebesar 100,00 kg/jam,
penyediaan udara tekan sebesar 16 m3
/jam, penyediaan listrik sebesar 757,30 kW
dan 5.000 kW diperoleh dari PLN. Dari analisis ekonomi terhadap pabrik ini
menunjukkan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 587.019.761.646,28 dan
setelah dipotong pajak 25% keuntungan mencapai Rp 440.264.821.234,71.
Persentase ROI (Return on Investment) sebelum pajak 21,35% dan sesudah pajak
sebesar 16,01%. Persentase POT (Pay Out Time) sebelum pajak sebesar 3,2 tahun
dan setelah pajak sebesar 3,8 tahun. BEP (Break Event Point) yang diperoleh
sebesar 54,86%. SDP (Shut Down Point) yang diperoleh sebesar 27,36%. DCFR
yang diperoleh sebesar 18,53%. Dari data Analisa kelayakan di atas disimpulkan
bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak dipertimbangkan untuk pendirian di
Indonesia. | en_US |