Jaminan Mutu Analisis Kolesterol Dalam Telur Secara Gas Chromatography Flame Ionization Detector (GC-FID)
Abstract
Kolesterol merupakan bagian zat lipid yang diperlukan oleh tubuh dalam batas tertentu.
Kolesterol dalam matriks pangan berbentuk kolesterol teresterifikasi dengan asam lemak
dan kolesterol bebas. Pada pengujian ini dilakukan jaminan mutu analisis kolesterol dalam
telur di PT Saraswanti Indo Genetech. Jaminan mutu penting untuk dilakukan agar
pelaksanaan prosedur yang telah direncanakan dapat terkendali dengan baik. Kadar
kolesterol ditentukan menggunakan kromatografi gas detektor ionisasi nyala. Penetapan
kadar kolesterol dalam telur melibatkan reaksi saponifikasi KOH dengan alkohol agar
lemak dalam telur dapat terekstrak. Fraksi tidak tersaponifikasi yang mengandung sterol
lainya dan kolesterol diekstraksi dengan n-Heksana. Kolesterol diderivatisasi dengan
trimethylcholosilane (TMCS) dalam tabung ulir yang telah disiliasi sehingga menghasilkan
senyawa trimetilsilil eter yang bersifat volatil serta 5α-cholestane yang digunakan sebagai
internal standar. Hasil akhir derivatisasi dianalisis dengan GC-FID. Metode ini memiliki
kelebihan efisiensi pemisahan, tingkat keberhasilan yang tinggi, kecepatan proses analisis,
serta sensitivitas yang tinggi pada sistem detektor. Berdasarkan pengujian yang dilakukan
diperoleh kadar kolesterol dalam telur pada enam sampel berturut-turut 11035,18 ± 4,34
mg/Kg dan 6438,67 ± 2,13 mg/Kg. Hasil kadar kolesterol yang diperoleh termasuk dalam
kategori tinggi karena melebihi 20 mg per 100gram sesuai yang disyaratkan BPOM No 21
tahun 2016 tentang kategori pangan.
Collections
- Chemical Analyst [441]
