Analisis Perawatan Mesin dan Peralatan di Area Crusher dengan menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Life Cycle Cost (LCC) di PT. XYZ
Abstract
Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ adalah seringnya terjadi downtime pada
peralatan dan mesin yang ada dia area crusher pertambangan dengan downtime sebesar
53%, dimana peralatan dan mesin yang ada di area crusher tidak beroperasi dengan
maksimal, sehingga mengurangi total output produksi tonase, dan biaya operasional
meningkat sedangkan pendapatan menurun yang mengurangi efisensi operasional di
pertambangan tersebut. Tujuan dari penenlitian ini adalah untuk mengetahui komponen
yang memiliki nilai kritis tertinggi penyebab downtime, lalu strategi perawatan untuk
menurunkan tingkat downtime menggunakan RCM, dan total biaya LCC dari perawatan
mesin kritis. Metode yang digunakan yaitu, Reability Centered Maintenance (RCM),
dan Life Cycle Cost (LCC). Hasil analisis menunjukkan bahwa Vibrating Grizzly
merupakan mesin kritis dan komponen Motor Penggerak dianggap sebagai komponen
yang paling kritis dengan RPN tertinggi sebesar 168, dan menggunakan Finding Failure
(FF) sebagai tindakan perawatan yang efektif untuk komponen Motor Penggerak
dimana tindakan perawatan tersebut akan mengurangi waktu downtime dan interval
kejadian kerusakan pada komponen Motor Penggerak yang tadinya setiap 1279 menit
menjadi 3251 menit atau berkurang sebanyak 1.972 menit dan kegagalan mesin yang
terjadi setiap 30 kali dalam sebulan dapat diminimalisir menjadi maksimal 13 kali
dalam sebulan, hal ini akan mengurangi jumlah biaya perawatan dan perbaikan pada
mesin atau komponen yang sering mengalami kegagalan dari Rp 10.468.226.200
menjadi Rp 4.819.000.000 untuk masa penggunaan komponen Motor Penggerak pada
mesin Vibrating Grizzly selama 15 tahun berdasarkan dari perhitungan Life Cycle Cost
(LCC) dengan presentase pengurangan biaya sebesar 53.97%. Adapun nilai total LCC
pada komponen Motor Penggerak dengan nilai i nya 12% didapatkan NPVnya adalah
sekitar Rp 2.461.191.602. Kesimpulannya adalah pengurangan waktu downtime pada
komponen kritis dengan menggunakan metode RCM akan memberikan rekomendasi
penjadwalan perawatan yang efisien dilihat dari biaya perwatannya yang berkurang setelah dilakukan penjadwalan perawatan preventive didapatkan dari nilai LCC untuk
15 tahun umur komponen motor penggerak.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
