Prarancangan Pabrik Sodium Metilat dari Metanol dan Natrium Hidroksida dengan Kapasitas 90.000 Ton/tahun
Abstract
Dalam industri biodiesel, salah satu bahan tambahan yang penting adalah
berupa campuran katalisnya. Sodium metilat merupakan salah satu contoh katalis
yang biasa digunakan dalam produksi biodiesel. Sodium Metilat adalah senyawa
kimia yang tersusun dari unsur – unsur karbon, oksigen dan natrium. Sodium metilat
memiliki rumus kimia yaitu CH3ONa. Pendirian pabrik sodium metilat di Indonesia
cukup potensial karena tingginya produksi bahan bakar dan kebutuhan penggunaan
bahan bakar di Indonesia. Produk ini diproses dengan cara mereaksikan metanol
dengan NaOH menggunakan reaktor jenis tangki alir berpengaduk (RATB) dengan
kondisi operasi pada suhu 80oC dan tekanan 1,4 atm. Bahan campuran seleanjutnya
harus melewati beberapa proses lanjutan seperti kristalisasi, penyaringan dan
pengadukan untuk meminimalisir kadar NaOH. Hal ini dilakukan karena akan
mempengaruhi harga jual dan kualitas dari produk akhir, sehingga akan dihasilkan
produk akhir berupa sodium metilat 30%. Pabrik sodium metilat 30% dari campuran
NaoH dan metanol akan didirikan di Kota Cilegon, Banten dengan kapasitas sebesar
90.000 ton/tahun. Pabrik kimia ini beroprasi secara kontinyu selama 330 hari dengan
jumlah pekerja sebanyak 314 orang. Bahan baku yang dibutuhkan adalah metanol
sebanyak 109.633,3 ton/tahun dari PT Kaltim Metanol Industri dan NaOH sebanyak
54.257,79 ton/tahun dari PT. Asahimas Chemical. Dalam menjalankan proses
produksi sodium metilat 30%, air dan listrik diperlukan untuk proses utilitas. Air dapat
bersumber dari lingkungan sekitar dan listrik disediakan oleh PLN. Analisa kelayakan
pendirian suatu pabrik dapat diketahui dengan melihat beberapa parameter,
diantaranya adalah keuntungan pabrik setelah pajak yaitu Rp. 596.655.289.393,36
dengan setiap tahun total penjualan sebesar Rp. 3.555.000.000.000. Analisa
kelayakan dilihat dari nilai Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 23,8%.
Pay of Time (POT) setelah pajak sebesar 2,95 tahun. Discounted Cash Flow Rate of
Return (DCFRR) sebesar 25,66%, Break Event Point (BEP) sebesar 41,28%, dan Shut
Down Point (SDP) sebesar 13,67%. Dari parameter kelayakan diatas, dapat
disimpulkan bahwa pabrik sodium metilat ini layak untuk didirikan.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
