• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengendalian Kualitas menggunakan Metode Six Sigma dan Triz Guna mengurangi Produk Defect (Studi Kasus Pada CV. Karya Wahana Sentosa)

    Thumbnail
    View/Open
    19522031.pdf (2.622Mb)
    Date
    2024
    Author
    Khofifah, Alya Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    CV Karya Wahana Sentosa merupakan salah satu perusahaan industri manufaktur yang berfokus pada produksi kitchenware. Beberapa produk yang diproduksi, yaitu berbagai jenis talenan, sutil, spatula, dll. Produk yang paling sering dipesan oleh customer adalah produk talenan lubang oval. Terdapat dua jenis kualitas produk yang diproduksi, yaitu KW 1 dan KW 2, dimana KW 2 paling sering diproduksi. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini adalah masih terdapat produk cacat untuk produk talenan lubang oval KW 2, dimana hal tersebut menyebabkan kerugian pada perusahaan karena perlu melakukan rework. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah melakukan pengendalian kualitas untuk mengurangi terjadinya produk cacat. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) dengan bantuan tools diagram pareto, fishbone diagram, FMEA, dan Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadach (TRIZ). Berdasarkan data historis produksi pada periode Mei hingga Oktober 2023 ditemukan 8 jenis cacat yang terjadi, dimana jenis cacat warna memiliki persentase cacat tertinggi, yaitu sebesar 26,03%. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai rata-rata DPMO sebesar 11576,25 dan rata-rata nilai sigma sebesar 3,80. Faktor penyebab terjadinya kecacatan yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan berdasarkan fishbone diagram dan FMEA adalah faktor operator kurang teliti, pencampuran warna tidak sesuai, dan operator kurang terampil. Usulan perbaikan yang dapat diberikan berdasarkan 40 Inventive Principle dalam metode TRIZ adalah penambahan karyawan dengan sistem kontrak, penambahan alat takar/ukur dan adanya pelatihan dan penilaian kinerja karyawan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/50972
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV