| dc.description.abstract | Telah dilakukan verifikasi metode penentuan kadar tembaga (Cu2+) terlarut pada air
permukaan sungai di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Lingkungan
Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan untuk pengujian tembaga (Cu2+) terlarut
dalam air merupakan metode yang dikembangkan dari SNI 06-6989.6-2009 yang telah
menetapkan pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 324,7 nm. Hasil
pengukuran panjang gelombang maksimum didapatkan pada daerah 324,7 nm.
Parameter verifikasi metode meliputi linieritas, Method Detection Limit (MDL), Limit
of Detection (LOD), Limit of Quantitation (LOQ), presisi, akurasi, dan estimasi
ketidakpastian. Pengujian dilakukan dengan metode Spekrofotometri Serapan Atom
(SSA)-nyala menunjukkan bahwa kadar yang terdapat pada sampel sebesar 0,0630
mg/L. Pada uji linieritas diperoleh koefisien determinasi (R2
) sebesar 0,9991. Nilai
MDL yang diperoleh yaitu 0,0251 mg/L. Nilai LOQ dan LOD yang diperoleh yaitu
berturut-turut sebesar 0,0798 dan 0,0239 mg/L. Nilai presisi sampel yang diperoleh
yaitu sebesar 2,09%, nilai untuk presisi pembanding repeatability pada larutan CRM
hari pertama yaitu 1,07% dan hari kedua yaitu 4,66%, sedangkan nilai internal
reproducibility pada larutan CRM yaitu 3,27%. Nilai akurasi sebesar 95,87% dan nilai
ketidakpastian untuk sampel sebesar (0,0630 ± 0,0462 mg/L). Metode penentuan kadar
tembaga (Cu2+) terlarut dengan spektrofotometri serapan atom (SSA)-nyala dapat
digunakan untuk analisis rutin di Laboratorium Lingkungan Kabupaten Cilacap karena
parameter dalam penjaminan mutu pengujian memenuhi standar. | en_US |