Self-compassion dan Regulasi Emosi Pada Mahasiswa dengan Banyak Peran
Abstract
Regulasi emosi adalah kemampuan yang digunakan individu untuk
mempengaruhi emosi yang dimilikinya, bagaimana individu mengalaminya, dan
bagaimana individu mengekspresikan emosinya. Terdapat dua tipe kemampuan
individu dalam melakukan regulasi emosi, yaitu cognitive reappraisal (penilaian
ulang kognitif) dan expressive suppression (penekanan ekspresif) yang
masing-masingnya dapat digunakan sesuai konteks dan tujuan individu.
Banyaknya peran yang dilakukan mahasiswa bisa berdampak pada kondisi
emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
self-compassion dan regulasi emosi pada mahasiswa dengan banyak peran.
Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara
self-compassion dengan regulasi emosi tipe cognitive reappraisal dan adanya
hubungan positif antara self-compassion dengan regulasi emosi tipe expressive
suppression pada mahasiswa dengan banyak peran. Partisipan dalam penelitian ini
adalah 272 mahasiswa yang minimal mengikuti 1 organisasi dengan rentang usia
dewasa awal, yaitu 18-25 tahun. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini
adalah Self-Compassion Scale oleh Neff (2003) dan Emotion Regulation
Questionnaire (ERQ) oleh Gross & John (2003). Hasil penelitian ini menunjukkan
adanya hubungan positif signifikan antara self-compassion dengan regulasi emosi
tipe cognitive reappraisal (p<0.001) dan adanya hubungan positif signifikan
antara self-compassion dengan regulasi emosi tipe expressive suppression
(p<0.05) pada mahasiswa dengan banyak peran.
Collections
- Psychology [2579]
