Hubungan Husnudzon dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang Menjalani Terapi Hemodialisis di Indonesia
Abstract
Prevalensi penyakit ginjal kronik (PGK) yang meningkat diiringi dengan
menurunnya tingkat kesejahteraan psikologis pada pasien PGK. Kondisi ini
memerlukan perhatian khusus karena dapat mempengaruhi kondisi Pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara husnudzon terhadap
kesejahteraan psikologis pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang
menjalani terapi hemodialisis di Indonesia. Hipotesis dalam penelitian ini adalah
terdapat hubungan positif yang signifikan antara husnudzon dengan kesejahteraan
psikologis. Penelitian ini melibatkan 108 responden pasien PGK beragama Islam
yang menjalani terapi hemodialisis dari berbagai daerah di Indonesia. Instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Ryff’s Scale of Psychological Well-
Being milik Ryff (1989) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh
Haqi (2021) dan skala Husnudzon milik Rusydi (2012). Hasil analisis korelasi
Spearman’s Rho menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.005) dan r = 0.443. Hasil
penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara
husnudzon dengan kesejahteraan psikologis pada pasien PGK yang menjalani
terapi hemodialisis sehingga dapat disimpulkan hipotesis penelitian diterima.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa husnudzon dapat menjadi
alternatif solusi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien PGK. Terapi
berbasis husnudzon dapat diterapkan sebagai metode yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.
Collections
- Psychology [2579]
