| dc.description.abstract | Titanium Dioksida (TiO2) dan Seng Oksida (ZnO) merupakan seenyawa
semikonduktor yang stabil, tidak beracun, serta terjangkau. Selain itu, juga dapat
dimanfaatkan sebagai tabir surya physical blockler, karena mempunyai
kemampuan proteksi spektrum yang luas terhadap UV A dan UV B. Penggunaan
kitosan sebagai basis krim tabir surya, karena dapat membentuk lapisan oklusif
yang baik dan lapisan edible film sehingga dapat menangkal sinar UV secara fisik.
Dengan variasi penambahan TiO2 dan ZnO dalam formula tabir surya berbasis
kitosan dapat dilihat perbedaan dari sifat fisik, nilai SPF, dan antibakteri. Hasil
nilai SPF ditentukan secara in vitro yang paling efektif yaitu pada formulasi 3
sebesar 22,52 dengan kategori proteksi ultra, sementara yang kurang optimal yaitu
pada formulasi 1 sebesar 7,95 dengan kategori proteksi ekstra. Uji aktivitas
antibakteri dilakukan dengan metode cakram atau Kirby bauer menggunakan 2
jenis gram bakteri yaitu E. coli (gram negatif) dan S. aureus (gram positif).
Menghasilkan diameter zona hambat yang paling efektif pada formulasi 3 dengan
rerata sebesar 22 mm dan 11,5 mm, sementara yang kurang optimal pada
formulasi 4 dengan rerata sebesar 12 mm dan 5 mm. | en_US |