| dc.description.abstract | Prokrastinasi akademik adalah penundaan dalam menyelesaikan tugas yang berisiko
mengalami kegagalan. Tingkat prokrastinasi akademik yang tinggi pada seseorang dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah motivasi intrinsik yang rendah.
Meningkatkan motivasi intrinsik adalah salah satu cara untuk mengurangi prokrastinasi
akademik. Motivasi intrinsik dapat ditingkatkan dengan menanamkan sikap kompetitif. Sikap
kompetitif ada dalam dua bentuk, yaitu hyper-competitive dan developmental-competitive.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peran sikap hyper-competitive dan
developmental-competitive siswa terhadap prokrastinasi akademik dengan motivasi intrinsik
sebagai variabel mediasi. Hipotesis dari penelitian ini adalah bahwa motivasi intrinsik dapat
memediasi peran sikap hyper-competitive siswa terhadap prokrastinasi akademik secara positif,
dan motivasi intrinsik dapat memediasi peran sikap developmental-competitive siswa terhadap
prokrastinasi akademik secara negatif. Penelitian ini melibatkan 179 siswa kelas IX di salah
satu SMPN di Makassar. Terdapat tiga skala yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu
competitive attitude scale dari Menesini et al. (2018), academic motivation scale yang
diadaptasi oleh Marvianto dan Widhiarso (2018), dan academic procrastination scale yang
diadaptasi oleh Sartika dan Nirbita (2022). Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa
motivasi intrinsik tidak dapat memediasi peran sikap kompetitif siswa terhadap prokrastinasi
akademik, baik itu sikap hyper-competitive maupun developmental-competitive, dengan nilai
estimasi sebesar 0,010 dengan p = 0,529 untuk hyper-competitive dan nilai estimasi sebesar -
0,108 dengan p = 0,427 untuk developmental-competitive. | en_US |