Show simple item record

dc.contributor.authorPamungkas, Putri Arsylah Pratiwi
dc.date.accessioned2024-08-05T03:53:43Z
dc.date.available2024-08-05T03:53:43Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50908
dc.description.abstractLatar belakang: Salah satu bakteri yang dapat membentuk biofilm yaitu Staphylococcus aureus yang memiliki kemampuan dalam menoleransi antibiotik dan sistem pertahanan host. Kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa metabolit sekunder sehingga berpotensi dalam menghambat pembentukan biofilm Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan aktivitas antibiofilm ekstrak kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Identifikasi golongan senyawa menggunakan metode KLT kemudian pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode mikrodilusi. Pengujian aktivitas antibiofilm dilakukan menggunakan metode mikrodilusi dengan crystal violet microtiter plate assay yang menghasilkan nilai absorbansi untuk dihitung persentase penghambatan biofilm dan nilai IC50. Hasil: Hasil identifikasi golongan senyawa ekstrak kulit batang faloak terbukti mengandung senyawa flavonoid, fenolik, dan terpenoid. Hasil pengujian aktivitas antibiofilm menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang faloak memiliki kemampuan yang aktif dalam menghambat pembentukkan biofilm dengan nilai IC50 465,66 μg/mL. Kesimpulan: Ekstrak kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) memiliki aktivitas antibiofilm.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBiofilmen_US
dc.subjectSterculia quadrifida R. Bren_US
dc.subjectStaphylococcus Aureusen_US
dc.titleAktivitas Antibiofilm dari Ekstrak Kulit Batang Faloak (Sterculia Quadrifida R.br.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureusen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20613025


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record