Evaluasi Peresepan dan Pelayanan Pasien Program Rujuk Balik Berdasarkan Indikator WHO di Apotek Appo Farma Banjarmasin
Abstract
Latar Belakang : Program Rujuk Balik (PRB) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan
menjamin ketersediaan obat dan pengelolaan yang berkelanjutan untuk pasien dengan
penyakit kronis stabil, namun peresepan obat dan pelayanan pasien PRB di Indonesia
masih belum memenuhi standar.
Tujuan : Mengevaluasi peresepan dan pelayanan pasien PRB di Apotek Appo Farma
Banjarmasin berdasarkan indikator WHO serta mengetahui hubungan antara tingkat
pengetahuan dengan karakteristik responden, waktu penyerahan, dan jumlah obat.
Metode : Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan subjek penelitian pasien
PRB yang dipilih secara accidental sampling. Data diperoleh melalui observasi dan
wawancara yang dianalisis deskriptif menggunakan rumus indikator WHO dan statistik
menggunakan uji Chi-square dan Spearman.
Hasil : Indikator peresepan diperoleh rata-rata 2,2 item obat per resep, 82,73% obat
generik, 0% antibiotik, 6% injeksi, dan 100% sesuai formularium. Indikator pelayanan
diperoleh waktu penyerahan obat rata-rata 45 detik, 99,09% obat terlayani, 0% etiket
memadai, dan 55% pengetahuan responden yang baik. Hasil analisis statistik
menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan responden dengan status
responden (p=<0,001), jenis kelamin (p=0,001), usia (p=0,005), waktu penyerahan
(p=0,005), dan jumlah obat (p=<0,001).
Kesimpulan : Indikator peresepan yang memenuhi standar yaitu persentase peresepan
antibiotik, sediaan injeksi, dan obat sesuai formularium, sedangkan seluruh indikator
pelayanan belum memenuhi standar. Variabel yang berhubungan dengan pengetahuan
responden adalah status responden, jenis kelamin, usia, waktu penyerahan, dan jumlah
obat.
Collections
- Pharmacy [1871]
