| dc.description.abstract | Kanker payudara dan kanker serviks adalah dua jenis kanker yang paling umum
terjadi pada wanita di seluruh dunia. Oleh sebab itu terdapat kebutuhan mendesak
akan pengobatan baru yang lebih efektif. Beberapa penelitian telah menunjukkan
bahwa senyawa turunan kalkon terbukti memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel
MCF-7, T47D dan Hela sebagai agen antikanker. Pada penelitian ini dikembangkan
senyawa (E)-1-(4-(allyloxy) phenyl)-3-(3,5-dimethoxyphenyl) prop-2-en-1-one
yang berpotensi sebagai obat antikanker. Proses sintesis dilakukan dengan
mereaksikan senyawa 1-(4-(allyloxy) phenyl) ethanone dan senyawa 3,5-
dimethoxybenzaldehyde menggunakan reagen NaOH dalam etanol 95% dengan
reaksi Claisen Schmidt, diperoleh kristal berwarna kuning pucat dengan berat
sebesar 0,07371 gram dan rendemen sebesar 91%. Kemudian dilakukan
karakterisasi untuk membuktikan senyawa hasil sintesis sesuai dengan senyawa
yang ditargetkan. Dilanjutkan uji sitotoksisitas secara in vitro menggunakan metode
MTT assay dan diperoleh IC50 terhadap sel MCF-7, Hela, T47D secara berturut
sebesar 25,98; 68,21; 151,64 μg/mL menunjukkan aktivitas yang aktif terhadap sel
MCF-7 dan Hela. Sedangkan terhadap sel T47D menunjukkan aktivitas yang lemah
sebagai antikanker. Nilai SI (Selectivity Indeks) terhadap sel MCF-7, T47D dan
Hela secara berturut sebesar 8,27; 1,42 dan 3,15. Nilai SI sel MCF-7 dan Hela
menunjukkan sampel memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 dan Hela
tanpa mempengaruhi sel vero (sel normal), sedangkan untuk Nilai SI T47D
menunjukkan sampel dapat mempengaruhi sel normal atau bersifat toksik juga
terhadap sel normal (vero). Data ini merujuk dari Selectivity Indeks (SI) yang
diisyaratkan yaitu >3 menandakan bahwa sampel mempunyai aktivitas sitotoksik
terhadap sel kanker tanpa mempengaruhi sel vero (sel normal), sedangkan nilai SI
<3 menandakan bahwa sampel tidak mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel
kanker dan dapat mempengaruhi sel vero (sel normal). | en_US |