• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Terapi Erythropoietin-stimulating Agents Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RS PKU Muhammadiyah Bantul Tahun 2023

    Thumbnail
    View/Open
    20711068.pdf (1.113Mb)
    Date
    2024
    Author
    Sinuhaji, Khansanita Atalie
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan sindrom klinis yang disebabkan oleh adanya kerusakan struktural ataupun fungsional ginjal yang terjadi selama lebih dari tiga bulan. Saat ginjal mengalami kerusakan, hormon eritropoietin tidak dapat diproduksi dengan jumlah yang cukup sehingga proses eritropoiesis tidak dapat berjalan optimal yang berakhir dengan timbulnya komplikasi berupa anemia. Terapi ESA berperan penting dalam mengoreksi kondisi anemia pada PGK dengan mencapai target Hb yang direkomendasikan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan pasien dengan terapi ESA dapat mengalami penurunan Hb ataupun memiliki stabilitas Hb yang buruk. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara terapi ESA terhadap perubahan kadar Hb (∆Hb) pada pasien PGK di RS PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada pasien hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Bantul pada 97 subjek penelitian dengan desain cross-sectional menggunakan data primer dan sekunder. Variabel dosis ESA dibagi menjadi tiga kategori, yaitu 2.000, 3.000, dan 4.000 IU/minggu, sedangkan variabel ∆Hb dibagi menjadi kategori meningkat dan tidak meningkat. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan kadar Hb dengan dosis ESA pada pasien hemodialisis (p= 0.041). Sebanyak 51.5% pasien dengan kadar Hb tidak meningkat dan 48.5% pasien dengan kadar Hb meningkat. Komorbid dan lama hemodialisis juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap perubahan kadar Hb pada pasien hemodialisis (p= 0.015, p=0.017). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ∆Hb dengan dosis ESA pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis (p=0.041). Dosis ESA yang tinggi akan meningkatkan kadar Hb pada pasien. Akan tetapi, dosis ESA tinggi juga berkaitan dengan mortalitas semua penyebab terlepas dari kadar Hb nya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/50733
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV