Show simple item record

dc.contributor.authorSari, Safitri Diyah Alysia
dc.date.accessioned2024-06-25T08:44:53Z
dc.date.available2024-06-25T08:44:53Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/50377
dc.description.abstractPembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan dalam melayani lalu lintas disektor yang diharapkan, dan dapat berguna dalam meningkatkan produktivitas perekonomian di daerah Kota Bekasi dan sekitarnya. Penelitian ini dikhususkan pada Jalan Tol Cibitung-Cilincing Sta. 7+500. Kondisi lapisan tanah pada lokasi tersebut didominasi oleh lempung dan lanau, lapisan tanah yang digunakan adalah lapisan pertama sampai dengan lapisan ketiga dengan kedalaman 17,30 meter dan tinggi timbunan sebesar 9 m. Sedangkan tanah yang digunakan untuk timbunan adalah tanah pasir padat karena memiliki daya dukung yang tinggi. Analisis ini nantinya bertujuan untuk memperoleh nilai faktor aman (safety factor) tanpa perkuatan dan dengan perkuatan geotekstil beserta nilai total displacementnya, sehingga potensi terjadinya kelongsoran lereng rendah. Analisis stabilitas lereng menggunakan parameter tanah dengan data sekunder dan desain potongan melintang yang diperoleh dari laporan Analisa Geoteknikal Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing Sta.7+500. Dalam proses analisis dan pemodelan 2D menggunakan program PLAXIS V.22 . Selain itu analisis dilakukan dengan menggunakan metode keseimbangan batas Fellenius dan metode elemen hingga untuk menganalisis stabilitas lereng sekaligus mencari nilai faktor keamanannya (safety factor). Sedangkan untuk melakukan analisis stabilitas lereng timbunan dengan perkuatan menggunakan geosintetik berjenis geotekstil woven UW-250 produksi PT. Teknindo Geosistem Unggul, dengan pemasangan geotekstil variasi 1 lapis, sesuai kebutuhan serta gabungan antara sesuai kebutuhan dengan variasi 1 lapis. Berdasarkan hasil analisis stabilitas lereng timbunan diperoleh hasil faktor keamanan (safety factor) pada lereng dengan menggunakan metode manual Fellenius sebesar 1,243. Sedangkan dengan menggunakan program PLAXIS V.22 didapatkan hasil nilai faktor aman (safety factor), akibat beban lereng timbunan eksisting sebesar 1,269, akibat beban lalu lintas sebesar 1,210, dan akibat beban gempa sebesar 1,185. Kemudian hasil perbandingan nilai faktor aman (safety factor) dari program PLAXIS V.22 pada lereng dengan perkuatan geotekstil variasi 1 lapis akibat beban timbunan eksisting sebesar 1,327, akibat beban lalu lintas sebesar 1,284 dan akibat beban gempa sebesar 1,196. Hasil nilai faktor aman (safety factor) menggunakan perkuatan geotekstil sesuai kebutuhan akibat beban timbunan eksisting sebesar 1,412, akibat beban lalu lintas sebesar 1,343 dan akibat beban gempa sebesar 1,275. Sedangkan hasil nilai faktor aman (safety factor) menggunakan perkuatan geotekstil sesuai kebutuhan dan variasi 1 lapis akibat beban timbunan eksisting sebesar 1,538, akibat beban lalu lintas sebesar 1,425 dan akibat beban gempa sebesar 1,354. Hasil analisis nilai faktor aman (safety factor) sebelum diberi perkuatan geotekstil lereng masih dalam keadaan labil dan rawan terjadi longsor, dan setelah diperkuat faktor keamanan (safety factor) menjadi naik cukup signifikan lebih besar dari yang disyaratkan sebesar 1,3. Dengan demikian menandakan bahwa lereng menjadi relatif stabil dan potensi terjadinya longsor rendahen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStabilitas Lerengen_US
dc.subjectAngka Aman (SF)en_US
dc.subjectGeotekstilen_US
dc.subjectMetode Felleniusen_US
dc.titleAnalisis Stabilitas Lereng Timbunan Pada Badan Jalan Dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Program Plaxis 22en_US
dc.title.alternativeStability Analysis Of Slope Road Embankments With Geotextile Reinforcements Using Plaxis 22 Programen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19511150


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record