Pengolahan Sampah Sayuran menggunakan Insinerator dan Wet Scrubber
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengolahan sampah sayuran menggunakan
insinerator dan wet scrubber. Gas NO2 dan SO2 sangat berbahaya karena dapat
menggangu sistem pernapasan dengan menurunnya fungsi paru-paru, dan dapat
menimbulkan efek rumah kaca di atmosfer. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui efisiensi pembakaran sampah menggunakan insinerator, mengetahui
konsentrasi gas buang NO2 di insinerator, wet scrubber dan cerobong akhir dan
mengetahui konsentrasi gas buang SO2 di insinerator, wet scrubber dan cerobong
akhir. Metode penelitian ini yaitu sampah dibakar di dalam insinerator, asap akan
menuju wet scrubber dan dibilas dengan air, lalu asap akan diserap oleh arang aktif
dan zeolite di dalam dry scrubber. Gas nitrogen dioksida (NO2) akan dijerap oleh
larutan griess saltzman membentuk warna merah muda dan gas sulfur dioksida
(SO2) dijerap dalam larutan natrium hidroksida membentuk warna putih
kekuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 di insinerator
yaitu sebesar 0,04 mg/Nm3, di wet scrubber sebesar 0,01 mg/Nm3, dan di cerobong akhir sebesar 0,16 mg/Nm3. Hasil konsentrasi gas SO2 di insinerator yaitu sebesar 0,91 mg/Nm3, selanjutnya menurun secara signifikan pada wet scrubber sebesar 0,10 mg/Nm3, dan menurun pada cerobong akhir sebesar 0 mg/Nm3. Emisi gas NO2
dan SO2 dikatakan baik karena berada di bawah baku mutu emisi (SNI 8423:2017).
Collections
- Chemistry [794]
