Show simple item record

dc.contributor.authorZerta, Tiara Az-zahra
dc.date.accessioned2024-06-11T03:59:48Z
dc.date.available2024-06-11T03:59:48Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49919
dc.description.abstractPenelitian ini akan berfokus pada strategi pemerintah Korea Selatan dalam mempertahankan pengaruhnya di Tiongkok di bawah pengaruh THAAD melalui SM Entertainment dan EXO tahun 2017-2019. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dan juga teori dari Joseph Samuel Nye yaitu diplomasi soft power. Sejak berdirinya Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) hubungan antara Tiongkok dan Korea Selatan mengalami penurunan terutama dalam bidang ekonomi dan budaya. Tiongkok melakukan pemboikotan besar- besaran terhadap berbagai produk asal Korea Selatan. Hal ini kemudian mengubah strategi pemerintah Korea Selatan melalui SM Entertainment dan EXO, guna mempertahankan pengaruhnya yang ada di Tiongkok. Maka daripada itu, SM Entertainment menggunakan salah satu artisnya yaitu EXO sebagai alat diplomasi dari Korea Selatan untuk mempertahan pengaruhnya di Tiongkok.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStrategi Pemerintah Korea Selatanen_US
dc.subjectSM Entertainment dan EXOen_US
dc.subjectTiongkoken_US
dc.subjectTerminal High Altitude Area Defense (THAAD) Milik Amerika Serikaten_US
dc.titleAnalisis Strategi Pemerintah Korea Selatan Dalam Mempertahankan Pengaruhnya Di Tiongkok Melalui SM Entertainment Dan EXO Di Bawah Pengaruh Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Tahun 2017-2019en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323317


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record