Hubungan Profil Klinis dan Laboratoris Terhadap Luaran Pneumonia Pada Balita di RSUD Sleman Periode Januari 2020–januari 2023
Abstract
Latar Belakang: Pneumonia adalah penyakit menular yang sering fatal pada
anak-anak, ditandai dengan infeksi paru-paru yang menghasilkan cairan dan
nanah. Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus adalah penyebab
utama pada kasus berat. Diagnostik molekuler semakin menyoroti peran virus,
terutama pada anak-anak. Gejala bervariasi, dari batuk hingga sesak napas.
Foto rontgen thorax penting untuk diagnosis dan prognosis dengan infiltrat dan
konsolidasi sebagai temuan umum. Pemeriksaan laboratorium, seperti jumlah
leukosit dapat mendukung diagnosis. Namun, karakteristik klinis dan laboratoris
pneumonia pada balita masih perlu penelitian lebih lanjut untuk diagnosis yang
lebih tepat.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara profil klinis dan laboratoris
terhadap luaran pneumonia pada balita periode Januari 2020–Januari 2023.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan
desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis RSUD
Sleman pasien balita pneumonia non-Covid 19 dari Januari 2020 hingga Januari
2023. Populasi penelitian mencakup balita yang dirawat inap di RSUD Sleman
dengan total sampel 92 responden yang dipilih melalui total sampling periode
tersebut. Kriteria inklusi adalah balita dengan pneumonia karakteristik non-Covid
19, sedangkan kriteria eksklusi adalah data rekam medis yang tidak lengkap.
Hasil: Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan antara
takipnea dengan lama rawat inap pada pasien pneumonia balita di RSUD
Sleman (OR 2,533; CI 95% 1,101 – 5,826; p=0,027). Gambaran klinis lainnya,
hasil penunjang radiologis, dan laboratoris tidak menunjukkan hubungan
bermakna.
Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara profil klinis, khususnya takipnea
terhadap luaran pneumonia pada balita di RSUD Sleman.
Collections
- Medical Education [2954]
