Show simple item record

dc.contributor.authorShafia, Inas Ainun
dc.date.accessioned2024-06-10T02:50:56Z
dc.date.available2024-06-10T02:50:56Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49872
dc.description.abstractKrisis kenaikan permukaan laut merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak luas pada stabilitas keamanan di Bangladesh. Dampaknya yang dihasilkan tidak terbatas pada sektor lingkungan namun juga ekonomi, sosial politik, hingga perempuan yang ditunjukkan melalui peningkatan kesenjangan gender di Bangladesh. Dalam menganalisis hubungan dampak keduanya, dibutuhkan kerangka pemikiran ekofeminisme oleh Karen J. Warren yang secara khusus membahas keterkaitan keduanya. Terdapat keterkaitan akan krisis kenaikan permukaan laut dan perempuan yang ditunjukkan dari tiga aspek: (1) aspek pertama yakni feminism yang mengisyaratkan peningkatan peran perempuan terkhusus pada bidang lingkungan; (2) aspek alam—ilmu pengetahuan terutama ekologi, pembangunan, dan teknologi yang saling berkaitan untuk menciptakan pembangunan yang ekologis, humanis, dan berkelanjutan; (3) aspek perspektif lokal dan pribumi yang menyoroti peran perspektif masyarakat lokal atau pribumi yang bersifat adaptif dan efektif. Melalui penelitian ini ditemukan aspek-aspek ekofeminisme dalam menanggapi krisis kenaikan permukaan laut di Bangladesh meski masih perlu perkembangan terutama pada implementasi dan komitmen seluruh aktor yang terkait.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKenaikan Permukaan Lauten_US
dc.subjectBangladeshen_US
dc.subjectEkofeminismeen_US
dc.subjectPerempuanen_US
dc.subjectKesenjangan Genderen_US
dc.titleDampak Krisis Kenaikan Permukaan Laut di Bangladesh Terhadap Perempuan Pada 2017-2022 Melalui Teori Ekofeminismeen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323296


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record