| dc.description.abstract | Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada
anak yang berkaitan dengan gizi dan tumbuh kembang. Stunting menjadi masalah
gizi anak yang terjadi di seluruh dunia. Angka stunting di Indonesia fluktuatif dan
masih terbilang cukup tinggi terutama prevalensi meningkat pada wilayah kecil
yang belum berkembang pesat. Angka stunting di Kabupaten Mojokerto mencapai
27,4%. Stunting adalah hambatan pertumbuhan linier yang dinilai melalui z-score
berada di bawah -2 SD dari median. Stunting seringkali tidak terdeteksi karena
sulit dinilai secara visual. Penyebab stunting multfaktorial meliputi faktor maternal
dan faktor sosio-ekonomi. Faktor maternal meliputi tinggi badan ibu, pemberian
ASI eksklusif, dan tidak memperhatikan gizi saat hamil. Faktor lain yang dapat
menjadi risiko stunting yakni jumlah anak yang terlalu banyak dalam satu keluarga.
Faktor sosio-ekonomi yang berkaitan dengan stunting meliputi kualitas makanan
rendah dan tempat penyimpanan bahan pangan tidak sesuai standar.
Tujuan Penelitian: Mengetahui determinan kejadian stunting pada balita di
Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto tahun 2022.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis
observasional analitik dengan rancangan case-control. Penelitian ini dilaksanakan
pada November-Desember 2023 dengan menganalisis data primer dan sekunder
di Puskesmas Jetis dan Puskesmas Kupang. Jumlah sampel dalam penelitian inii
sebanyak 74 balita. Pengolahan data menggunakan SPSS. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian berupa analisis univariat dan bivariat.
Hasil : Didapatkan nilai variabel berat badan lahir p-value 0.321, tinggi badan ibu
p value 0.407 ,pemberian ASI Eksklusif p value 0.351, jumlah anak p value 0.797,
status ekonomi p-value 0.479.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara berat badan lahir, tinggi
badan ibu, pemberian ASI eksklusif, jumlah anak dalam keluarga, dan status
ekonomi di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto | en_US |