Show simple item record

dc.contributor.authorKurniawan, Andra
dc.date.accessioned2024-05-30T02:59:51Z
dc.date.available2024-05-30T02:59:51Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49689
dc.description.abstractSektor pertanian masih menjadi sektor yang mempunyai peran penting dalam menjamin kebutuhan pangan penduduk Indonesia. Namun dalam pengolahan sektor pertanian, masih banyak petani yang kurang berdaya akibat dari kurangnya kapasitas petani yang kemudian berpengaruh terhadap produktivitas, profitabilitas, dan lingkungan. Rikolto sebagai international non-governmental organization yang bergerak dalam sektor pertanian khususnya terhadap pemberdayaan petani, mempunyai peran dalam upaya pemberdayaan melalui kelompok tani sehingga kemudian berdampak terhadap petani sebagai anggota. Beberapa upaya yang dilakukan oleh Rikolto, sesuai dengan teori Community Empowerment dari Kaan Ozgun dan Laurie Buys seperti meningkatkan kapasitas petani, menjalin kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan untuk kemajuan petani, mendorong petani agar dapat mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan sehingga kemudian berdampak terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial sebagaimana tercantum dalam dimensi pertanian berkelanjutan SDGs. Dari hal tersebut, intervensi Rikolto dilakukan pada petani dalam sektor beras dan kota cerdas pangan sebagai fokus dalam Structural Change Agenda I, serta kakao, kopi, dan kayu manis sebagai fokus dalam Structural Change Agenda II.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectINGOen_US
dc.subjectSDGsen_US
dc.subjectPemberdayaanen_US
dc.subjectPertanian Berkelanjutanen_US
dc.subjectLingkunganen_US
dc.subjectKesetaraan Genderen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.titlePeran Rikolto dalam Pemberdayaan Petani di Indonesia untuk mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Pada Tahun 2017-2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323268


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record